Berdayakan Anggota Lewat Bisnis Kopi, PCM Wonokromo Hadirkan Usaha ‘Konco Kopi Mu’ untuk Sejahterakan Karyawan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Surabaya, meluncurkan sebuah terobosan ekonomi kreatif bertajuk Konco Kopi Mu. Program usaha berbasis warung kopi kekinian ini didirikan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah yang belum memiliki pekerjaan tetap.

​Ketua PCM Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim, menjelaskan bahwa ide awal pendirian Konco Kopi Mu berangkat dari kepedulian pihak persyarikatan terhadap beban ekonomi sebagian anggotanya yang tetap memiliki tanggung jawab penuh untuk membiayai keluarga serta menyekolahkan anak-anak mereka.

​”Di Wonokromo itu beberapa anggota Muhammadiyah tidak punya pekerjaan, tetapi punya tanggung jawab untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, bahkan menyekolahkan mereka. Oleh karena itu kami berpikir perlu ada wadah, sehingga kami buatlah Konco Kopi Mu,” ujar Lukman Rahim kepada media wartapoint.id, Ahad (18/10/2026).

​Standarisasi Rasa dan Pengelolaan Sepenuhnya untuk Karyawan

​Untuk menjaga kualitas produk, Lukman memastikan seluruh proses produksi Konco Kopi Mu dijalankan secara profesional. Pengolahan kopi menggunakan gramasi dan bahan baku yang terstandar sehingga cita rasa yang dihasilkan tetap konsisten dan tidak kalah bersaing dengan produk kopi modern di pusat perbelanjaan.

​Saat ini, usaha tersebut telah mempekerjakan lima orang karyawan dari kalangan warga Muhammadiyah. Menariknya, keuntungan dari hasil penjualan Konco Kopi Mu tidak diambil oleh organisasi persyarikatan, melainkan dialokasikan sepenuhnya untuk kesejahteraan para karyawan.

​”Keuntungan dari Konco Kopi Mu itu tidak diambil oleh persyarikatan Muhammadiyah. Sepenuhnya kita berikan kepada karyawan, arahnya adalah untuk menyejahterakan mereka,” tegas Lukman.

​Konsep Jemput Bola dan Rencana Ekspansi Gerai

​Berbeda dengan kafe pada umumnya, Konco Kopi Mu mengusung konsep jualan keliling menyusuri kawasan pemukiman warga. Strategi ini diterapkan untuk menjemput langsung para pelanggan agar dapat menikmati racikan kopi yang nikmat, nyaman, namun dengan harga yang tetap ramah di kantong.

​Saat ini, PCM Wonokromo telah membuka dua gerai operasional, yaitu:

  1. ​Gerai Kompleks Perguruan Muhammadiyah Gadung: Beroperasi Senin–Sabtu, pukul 09.00–16.00 WIB (libur pada hari Ahad).
  2. ​Gerai Masjid Al-Falah: Beroperasi setiap hari (full day), termasuk saat ajang Car Free Day pada hari Ahad.

​Dalam waktu dekat, pihak PCM Wonokromo juga berencana mengepakan sayap bisnisnya dengan membuka gerai baru yang lebih istimewa di Kompleks Masjid Syuhada’ Ramadhan Center (SRC) Ngagel, Surabaya.

​Filosofi Nikmat Kopi dan Harapan Masa Depan

​Mengulas rasa dari produk kopinya, Lukman menyampaikan kelakar filosofis mengenai keunikan Konco Kopi Mu. Menurutnya, saking nikmatnya racikan kopi tersebut, penikmatnya sering kali tidak menyadari bahwa minumannya cepat habis dan ingin terus memesan kembali.

​”Filosofinya, kalau sudah minum Konco Kopi Mu itu ada kelemahannya: ketika diminum pasti cepat habis dan akan order lagi. Karena saking enaknya, kita tidak sadar rasanya sangat enak dan tidak kalah dengan kopi di mall-mall,” tuturnya.

​Melalui pengembangan Konco Kopi Mu, Lukman berharap usaha ini dapat terus berkembang pesat sehingga mampu merekrut lebih banyak lagi anggota Muhammadiyah yang membutuhkan pekerjaan demi mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article