
Surabaya, wartapoint — Liburan sekolah menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga. Hal ini dirasakan langsung oleh jurnalis cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya, Bilal Anang Al Hafidz (9), yang membagikan kisah petualangan serunya berlibur ke Mojokerto, Jawa Timur.
Melalui perjalanan penuh kesan pada Sabtu (17/10/2026), Bilal bepergian bersama Mama, Nenek, dan adik perempuannya yang berusia 5 tahun.
Serunya Naik Kereta Api dari Stasiun Sepanjang
Petualangan dimulai sejak pagi hari dari Stasiun Sepanjang, Surabaya. Dengan penuh semangat, rombongan keluarga Bilal naik kereta api tepat pada pukul 07.00 WIB.
Perjalanan menyusuri rel kereta menuju Kota Onde-Onde tersebut menempuh waktu sekitar satu jam lima belas menit. Sepanjang jalan, pemandangan indah dan kenyamanan di dalam kereta api membuat perjalanan terasa menyenangkan. Tepat pukul 08.15 WIB, kereta yang mereka tumpangi mendarat mulus di Stasiun Mojokerto.
Setibanya di stasiun, Bilal dan keluarga melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi daring (Grab) menuju rumah Bude. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit perjalanan, mereka pun sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Momen Kebersamaan yang Penuh Hangat
Sesampainya di rumah Bude, kehangatan dan keakraban keluarga langsung menyambut mereka. Berbagai aktivitas seru pun dilakukan Bilal bersama adiknya untuk mengisi waktu liburan sederhana tersebut.
- Bermain Air dan Menonton Film: Bilal dan sang adik tampak asyik bermain air di area rumah Bude sambil tertawa riang, dilanjutkan dengan menonton film favorit bersama.
- Makan Bersama dan Berbagi Cerita: Suasana semakin hangat saat seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan, diselingi canda tawa dan cerita pengalaman masing-masing.
Pelajaran Berharga dari Sebuah Perjalanan
Bagi Bilal, liburan kali ini bukan sekadar berkunjung ke tempat baru, melainkan tentang arti pentingnya rasa syukur dan kasih sayang dalam keluarga.
”Liburan sederhana ini mengajarkan saya bahwa kebahagiaan terasa jauh lebih istimewa ketika kita bisa berkumpul, saling menyayangi, dan selalu bersyukur bersama keluarga,” tutur Bilal dalam catatannya.
Kisah perjalanan Bilal ini menjadi bukti bahwa pengalaman belajar anak tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial, kemandirian saat bepergian, dan momen kebersamaan bersama keluarga tercinta.
Laporan oleh: Bilal Anang Al Hafidz (Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya)





