Respons Edaran Gubernur Jatim, Siswa dan Guru SD Mujahidin 2 Surabaya Gelar Salat Istisqo’

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Ratusan siswa, guru, dan staf SD Mujahidin 2 Surabaya berkumpul dan merapatkan shaf di area sekolah pada Kamis (22/10/2026) pagi. Di tengah cuaca terik musim kemarau, mereka menggelar Salat Istisqo’ berjamaah sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon diturunkannya hujan di wilayah Jawa Timur.

​Pelaksanaan ibadah ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tertanggal 20 Oktober 2026. Edaran tersebut mengimbau masyarakat untuk menggelar doa bersama secara serentak guna menanggulangi dampak kekeringan dan musim kemarau panjang yang kian meluas.

​Doakan Daerah Terdampak Kekeringan Ekstrem

​Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam ibadah tersebut adalah Tri Marfiyanto. Dalam amanat khutbahnya, ia mengingatkan para jamaah bahwa dampak kekeringan yang melanda berbagai wilayah di Jawa Timur sudah berada pada kondisi memprihatinkan.

​Ia meminta para siswa dan guru tidak hanya memohon hujan untuk lingkungan sekitar tempat tinggal mereka di Surabaya, tetapi juga mendoakan wilayah-wilayah lain yang mengalami krisis air bersih dan kegagalan panen.

​”Kekeringan di daerah tetangga kita kondisinya jauh lebih ekstrem. Sumur-sumur warga mengering dan lahan pertanian merana. Maka, niat Salat Istisqo’ kita pagi ini jangan hanya meminta hujan untuk Surabaya saja, tetapi doakan juga saudara-saudara kita di daerah lain agar segera disiram rahmat hujan,” ujar Tri Marfiyanto.

​Edukasi Keikhlasan dan Empati Sosial

​Selain sebagai sarana ikhtiar memohon hujan, ibadah ini dimanfaatkan sekolah untuk memberikan edukasi moral dan nilai keimanan kepada murid.

​Merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Hijr ayat 39–40, Tri Marfiyanto menekankan pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan berdoa agar terhindar dari tipu daya yang merusak keteguhan iman.

​”Musibah kemarau ini harus menjadi ajang muhasabah diri. Beribadahlah dengan tulus hanya karena Allah, sebab keikhlasan adalah benteng kokoh bagi setiap hamba,” tuturnya.

​Rangkaian Salat Istisqo’ ditutup dengan pemanjatan doa bersama yang diamini oleh seluruh peserta didik. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat memahami tata cara shalat sunnah sekaligus menumbuhkan rasa empati sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. (Rudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article