
Surabaya, wartapoint – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 25 Surabaya menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) bagi seluruh siswa kelas VI pada Jumat hingga Sabtu (23–24/10/2026).
Mengusung tema “SIAP TKA, SIAP MASA DEPAN”, agenda bulanan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus membina karakter spiritual dan mental mereka.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut diikuti oleh ratusan murid dari kelas VI A, VI B, VI C, dan VI D. Rangkaian acaranya memadukan bimbingan belajar intensif, pendalaman hafalan Al-Qur’an, hingga pembinaan akhlak.
Penguatan Akademik lewat Kelompok Belajar TKA
Koordinator ISMUBARIS MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustadzah Marlik, menyampaikan bahwa MABIT kali ini menghadirkan inovasi baru berupa pendalaman materi ujian seusai shalat Isya.
”Alhamdulillah, kegiatan MABIT terlaksana dengan maksimal. Setiap bulan ada hal tambahan. Kali ini, setelah shalat Isya, semua murid dibentuk dalam kelompok belajar yang difokuskan pada materi TKA,” ujar Marlik, Sabtu (24/10/2026).
Sesi bimbingan belajar berlangsung pada pukul 19.40–21.00 WIB dengan fokus utama pada materi TKA Matematika. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan kelas dan nomor absen, serta didampingi langsung oleh para guru (ustadz dan ustadzah).
Setelah bimbingan akademik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan setoran serta murajaah hafalan Al-Qur’an Juz 30.
Kajian Subuh: Menanamkan Karakter Ulul Albab dan Tawakal
Selain penguatan materi pelajaran, MABIT difokuskan pada pembinaan spiritual melalui shalat berjamaah, qiyamul lail (shalat malam), dan kajian Subuh.
Pada sesi kajian Subuh, Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I, membedah kandungan Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 190–191 dan Surah At-Talaq ayat 2–3. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjadi pribadi ulul albab—yaitu orang yang menggunakan akalnya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan senantiasa mengingat-Nya.
”Kecerdasan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memahami pelajaran atau memperoleh nilai yang baik. Pribadi yang berakal juga harus mampu mengambil pelajaran, memahami tanggung jawab, dan menerapkan pengetahuan dalam tindakan nyata,” jelas Aksar.
Melalui Surah At-Talaq ayat 2–3, siswa diajak memahami konsep takwa dan tawakal. Aksar mengingatkan bahwa tawakal bukan berarti bersikap pasif, melainkan berjuang dan belajar secara maksimal, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Melatih Disiplin dan Kebersamaan Siswa
Bagi para siswa, rangkaian kegiatan yang padat dari malam hingga pagi memberikan kesan tersendiri. Dzulfa, salah satu siswi kelas VI, mengaku MABIT melatih ketahanan fisik dan mentalnya, sekaligus memberikan kebahagiaan.
”Datang sebelum Isya dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan benar-benar menjadi pelatihan mental dan fisik bagi saya. Setelah bimbingan belajar, lanjut setoran hafalan, istirahat, qiyamul lail, shalat Subuh, kajian, sampai roan (bersih-bersih). Rangkaian kegiatan ini benar-benar membuat saya bahagia,” tutur Dzulfa.
Kegiatan ditutup dengan aksi roan atau kerja bakti membersihkan area madrasah bersama-sama, sebagai upaya menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian lingkungan pada diri siswa.
Melalui perpaduan antara ikhtiar akademik dan ketakwaan spiritual ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berharap para siswa kelas VI tidak hanya siap secara akademis menghadapi TKA, tetapi juga memiliki fondasi mental dan akhlak yang kokoh untuk masa depan. (Siti Islaha)





