Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Menkes Budi Gunadi Sambangi Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah di Palangka Raya

Must read

- Advertisement -

Palangkaraya, wartapoint — Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Rumah Singgah Oksigen (RSO) Muhammadiyah Kalimantan Tengah yang berlokasi di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

​Kunjungan tersebut dilakukan guna meninjau secara langsung kesiapsiagaan para relawan serta memastikan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di wilayah Kalimantan Tengah berjalan optimal.

​Tiba di Sekretariat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalteng, Menkes disambut oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng, di antaranya Ketua PWM Kalteng Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, M.Pd., Wakil Ketua H. Daryana, SE., M.Pd., dan Sekretaris Drs. Mulyono, M.Pd. Turut mendampingi Ketua MDMC Kalteng Heru Setiawan, Ketua Lazismu Kalteng Muhammad Fitriani, serta para relawan kemanusiaan.

​Sinergi Penanganan ISPA dan Krisis Air Clean

​Kedatangan Menkes menjadi momentum krusial untuk melihat dari dekat aksi para relawan Muhammadiyah bersama Organisasi Otonom (Ortom) yang berada di garis depan. Fokus utama penanganan saat ini adalah menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), krisis air bersih, serta masalah kesehatan lain yang membayangi warga selama musim kemarau.

​Dalam kunjungannya, Budi Gunadi meninjau sejumlah sarana pendukung dan fasilitas medis darurat yang disiagakan RSO Muhammadiyah, mulai dari kesiapan tim medis, stok logistik seperti masker dan obat-obatan, hingga pemetaan wilayah terdampak parah di Kalteng.

​Ketua Pos Koordinasi (Poskor) Karhutla Kalteng, Inayati Muharini, menyambut positif kunjungan lapangan ini. Menurutnya, koordinasi langsung antara Kementerian Kesehatan dan organisasi relawan di daerah sangat dibutuhkan agar penanganan bencana lebih cepat dan tepat sasaran.

​”Kedatangan Bapak Menkes tentu menjadi penyemangat bagi seluruh relawan di lapangan. Ini menunjukkan bahwa sinergi antara kerja kemanusiaan yang dikomandoi MDMC melalui konsep ‘Indonesia Siaga’ dengan program kesehatan pemerintah adalah kunci utama melindungi masyarakat dari dampak kabut asap dan kekeringan,” ujar Inayati.

​Sasar Kelompok Rentan

​Selain memantau fasilitas, peninjauan ini juga diisi dengan diskusi singkat mengenai tantangan lapangan yang dihadapi para relawan. Salah satu poin utamanya adalah aksesibilitas pelayanan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, yang paling terdampak oleh penurunan kualitas udara akibat karhutla.

​Melalui pertemuan ini, pemerintah dan Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, baik dalam penyediaan bantuan medis darurat maupun edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

​Sementara itu, Ketua PWM Kalteng Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, M.Pd., menegaskan bahwa pendirian Rumah Singgah Oksigen merupakan bentuk komitmen nyata Muhammadiyah melalui semangat One Muhammadiyah, One Response (OMOR).

​”Muhammadiyah terus berkomitmen memberi solusi di tengah bencana untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat. Semoga ikhtiar bersama yang melibatkan MDMC, Lazismu, Ortom, AUM, serta para mitra ini menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” tutur Ahmad Syar’i. (mf)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article