Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Tiga Karakter Utama yang Harus Dimiliki

Must read

- Advertisement -

Lampung Selatan, wartapoint — Wakil Ketua Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Faozan Amar, menegaskan bahwa santri harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, serta kuat secara mental dan fisik. Kesungguhan dalam belajar, kemampuan menjaga amanah, dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk mengambil peran strategis dalam berbangsa dan bernegara.

​Pesan tersebut disampaikan Faozan saat memberikan ceramah di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Natar, Lampung Selatan, pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Ustaz Bejo Susanto, Ustadz Ngatiyo Haryanto dari MPKS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Mudir Pondok Pesantren Darul Arqam Natar Ustadz Manshur Mubarok, serta jajaran pengelola pesantren.

​Dalam pemaparannya, Faozan menjelaskan tiga karakter utama yang harus dimiliki santri untuk menjadi pemimpin masa depan, merujuk pada nilai-nilai yang termaktub dalam Al-Qur’an.

​Tiga Pilar Karakter Pemimpin Masa Depan

​1. Pandai Menjaga Amanah dan Berpengetahuan

Merujuk Surah Yusuf ayat 55, Nabi Yusuf AS menunjukkan teladan tentang pentingnya kemampuan menjaga amanah sekaligus memiliki pengetahuan untuk mengelola perbendaharaan negara Mesir. Menurut Faozan, niat baik saja tidak cukup bagi seorang pemimpin; ia juga harus berilmu dan kompeten.

“Pemimpin tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia harus berilmu, kompeten, dan mampu menjaga amanah. Karena itu, santri harus bersungguh-sungguh dalam belajar agar kelak siap memikul tanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Faozan, yang juga Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.

​2. Kuat dan Dapat Dipercaya (Al-Qawiyy Al-Amin)

Karakter kedua bersandar pada Surah Al-Qashash ayat 26, yakni pribadi yang kuat secara mental, disiplin, berani menghadapi tantangan, serta terpercaya melalui kejujuran dan tanggung jawab.

“Jadilah generasi yang kuat, disiplin, dan jujur. Ilmu yang tinggi harus diiringi akhlak yang baik. Dengan begitu, kehadiran santri benar-benar memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

​3. Memiliki Ilmu Luas dan Fisik yang Kuat

Berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 247, keunggulan Thalut digambarkan melalui keluasan ilmu dan kekuatan fisiknya. Faozan mengingatkan pentingnya bagi santri untuk terus mengembangkan wawasan, keterampilan, kesehatan, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim yang menyatakan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.

​Pesan Kesungguhan Belajar

​Sebagai kolumnis sekaligus tokoh Muhammadiyah, Faozan menekankan pentingnya memanfaatkan waktu di pesantren dengan penuh kedisiplinan dan kesungguhan tanpa menyia-nyiakannya.

​“Karena itu, sebagai santri, kalian harus membiasakan diri duduk tekun, belajar dengan penuh kesungguhan, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Kalau kamu belum mampu meringankan beban orang tuamu, maka jangan menambah beban,” pesannya.

​Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Natar diharapkan mampu terus berperan strategis dalam membentuk generasi unggul secara intelektual, spiritual, berintegritas, serta siap membawa kemaslahatan bagi kemajuan umat dan bangsa.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article