
Kupang, wartapoint – Pelatihan tim survei dalam rangka Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dimulai di Kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari 1 hingga 5 November 2026 ini, diikuti oleh 316 peserta yang berasal dari unsur mitra lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan perguruan tinggi.
Pelaksanaan pelatihan di NTT ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pelatihan nasional yang sebelumnya diselenggarakan serentak di 38 provinsi pada 26–30 Oktober 2026.
Penyesuaian jadwal khusus untuk Provinsi NTT dilakukan akibat keterbatasan ketersediaan hotel sebagai sarana penyelenggaraan kegiatan pada periode akhir Oktober tersebut. Setelah kendala akomodasi teratasi, jadwal pelatihan disesuaikan menjadi 1–5 November 2026.
Pembekalan Metodologi dan Objektivitas Asesmen
Dalam kegiatan pelatihan ini, Tenaga Ahli Analisis Data dan Penilaian Satgas KNMP, Haerul, hadir langsung memberikan pemaparan materi. Ia memberikan pembekalan mendalam terkait metodologi survei, mekanisme penilaian, hingga pentingnya menjaga akurasi dan objektivitas data saat melakukan asesmen di calon lokasi sasaran.
Materi pelatihan mencakup verifikasi komprehensif atas sejumlah variabel krusial di lapangan, di antaranya:
- Kondisi Demografi dan Sosial: Jumlah dan profil nelayan setempat serta keaktifan kelembagaan koperasi.
- Potensi dan Infrastruktur: Potensi sumber daya perikanan, ketersediaan lahan, akses pasokan listrik, dan ketersediaan air bersih.
- Aksesibilitas dan Dukungan: Kelayakan jalan, moda transportasi, hingga komitmen serta dukungan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa setempat.
Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat
Haerul menegaskan, penyiapan calon lokasi KNMP wajib didasarkan pada analisis kebutuhan riil masyarakat dan pemetaan potensi wilayah, bukan sekadar respons atas keinginan mendapatkan pembangunan fisik infrastruktur.
”Pendekatan ini penting agar pembangunan KNMP tepat sasaran, fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal, dan tidak terbengkalai setelah selesai dibangun,” ujar Haerul kepada media wartapoint.id via WhatsApp, Rabu (4/11/2026).
Melalui pembekalan ini, sebanyak 316 peserta pelatihan diharapkan memiliki pemahaman serta standar penilaian yang seragam. Hasil dari survei lapangan ini ditargetkan mampu menghasilkan basis data yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai rujukan utama dalam penetapan lokasi program KNMP 2027 di wilayah NTT. (yupan)





