
Surabaya, wartapoint – Menjelang keberangkatan jamaah haji tahun 2026, KBIHU Muhammadiyah Kota Surabaya bergerak cepat mematangkan persiapan. Bertempat di kantor KBIHU, Jalan Wuni Nomor 9 Surabaya, digelar kegiatan pembinaan intensif bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) yang akan mengawal jamaah haji Kloter 52 SUB.
Kegiatan ini menjadi krusial karena para Karom dan Karu akan memimpin total 143 jamaah yang dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada Senin, 4 Mei 2026.
Kesiapan Mental dan Spiritual
Acara dibuka oleh Sekretaris KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Ustadz Abdur Rozaq, M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menitikberatkan bahwa peran Karom dan Karu bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah besar sebagai garda terdepan.
“Kesiapan mental, spiritual, dan organisatoris adalah pondasi utama. Anda semua adalah pelayan tamu Allah yang harus memastikan jamaah merasa tenang dan terbimbing,” tegas Ustadz Rozaq.
Fokus pada Fase Kritis: Armuzna dan Tarwiyah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Ustadz H. Marjuki, M.A., turut hadir memberikan penguatan materi ibadah. Beliau memberikan perhatian khusus pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) serta pelaksanaan Tarwiyah.
Mengingat fase ini adalah puncak dari ibadah haji yang menguras fisik, Ustadz Marjuki menekankan pentingnya:
- Pemahaman manasik yang mendalam agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.
- Pemantauan kondisi fisik jamaah secara berkala.
- Pendampingan ekstra saat pergerakan massa di puncak haji.
Sinergi dan Ketelitian Teknis
Ketua KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Ustadz Drs. H. Luqmanto, mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan sangat bergantung pada detail teknis. Beliau menyoroti tiga poin utama: ketelitian data, mekanisme pemberangkatan, dan sinergi antar-petugas. Menurutnya, kekompakan antara Karom dan Karu adalah kunci untuk menghindari kendala di lapangan.
Melengkapi hal tersebut, Ketua LPHU Muhammadiyah Surabaya, Ustadz Drs. H. Suba’i, M.Pd.I, memberikan panduan teknis selama di Mekkah. Beliau menggarisbawahi pentingnya satu komando dan koordinasi yang ketat.
”Setiap langkah harus terkoordinasi dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Kita ingin jamaah hanya fokus pada ibadah, sementara urusan teknis adalah tanggung jawab kita yang telah tuntas diatur,” ujar Ustadz Suba’i.
Misi Utama: Ibadah Sesuai Syariat
Melalui pembinaan di Jalan Wuni ini, KBIHU Muhammadiyah Surabaya berharap seluruh petugas pendamping memiliki kesiapan lahir dan batin yang matang. Target besarnya adalah memastikan seluruh rangkaian ibadah haji Kloter 52 SUB berjalan dengan:
- Tertib: Pergerakan jamaah yang teratur.
- Lancar: Minim kendala teknis dan birokrasi.
- Sesuai Syariat: Menjaga keabsahan ibadah sesuai tuntunan agama.
Dengan semangat satu komando, KBIHU Muhammadiyah Surabaya siap mengantar jamaah meraih haji yang mabrur. (Sutikno)





