Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, May 13, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Arus Petikemas Internasional Teluk Lamong Melonjak 91 Persen

Must read

Surabaya, wartapoint – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan lonjakan signifikan pada kinerja arus petikemas internasional di awal tahun 2026. Hingga April 2026, terminal yang berlokasi di Surabaya ini membukukan pertumbuhan arus internasional sebesar 91,25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​Berdasarkan data operasional perusahaan, total arus petikemas secara keseluruhan mencapai 939.703 TEUs, atau tumbuh 12,3 persen dari capaian tahun 2025 yang sebesar 836.586 TEUs. Namun, lompatan paling tajam terjadi pada sektor internasional, di mana volume peti kemas meroket dari 96.962 TEUs menjadi 185.438 TEUs.

​Efek Penambahan Rute Internasional

​Kenaikan drastis ini dipicu oleh ekspansi layanan pelayaran global di Terminal Teluk Lamong. Salah satu pendorong utamanya adalah dibukanya layanan CSE Service, yang merupakan bagian dari jaringan pelayaran raksasa COSCO Shipping Group, termasuk OOCL.

​Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, mengungkapkan bahwa penambahan rute baru ini merupakan cerminan dari meningkatnya kepercayaan operator pelayaran dunia terhadap standar operasional di Indonesia Timur.

“Pertumbuhan ini bukan hanya menunjukkan peningkatan angka semata, namun mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas layanan dan kesiapan kami dalam mendukung rantai logistik internasional secara berkelanjutan,” ujar David dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

​Resiliensi di Tengah Geopolitik Global

​Pencapaian ini tergolong impresif mengingat industri logistik global tengah dibayangi ketidakpastian. Dinamika geopolitik, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, telah berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak (BBM) industri secara global.

​Meski berada di bawah tekanan rantai pasok dunia, TTL dinilai mampu menjaga stabilitas operasional. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari transformasi internal yang dilakukan secara konsisten, meliputi:

  • Elektrifikasi Peralatan: Migrasi alat pelabuhan dari mesin konvensional ke tenaga listrik.
  • Digitalisasi Layanan: Integrasi sistem perencanaan operasional yang lebih modern.
  • Optimalisasi Energi: Efisiensi konsumsi energi untuk menekan biaya operasional di tengah kenaikan harga BBM.

​Penguatan Posisi Gerbang Timur

​Dengan tren pertumbuhan yang agresif ini, PT Terminal Teluk Lamong semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang perdagangan utama untuk wilayah Indonesia Timur. David menambahkan, ke depan perusahaan akan tetap fokus pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai landasan inovasi layanan.

​Transformasi bisnis yang dilakukan tidak hanya menyasar pada aspek profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pengembangan sumber daya manusia guna menjawab tantangan industri logistik yang semakin dinamis di masa depan.

​Melalui efisiensi yang ditawarkan, TTL diharapkan dapat terus menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article