Surabaya, wartapoint — Semangat mencetak generasi Qurani terus ditunjukkan SD Muhammadiyah 21 Surabaya melalui penyelenggaraan Ujian Tasmi’ Bil Ghaib yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program unggulan tahfidz sekolah ini diikuti oleh 28 siswa dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari 1 juz hingga 5 juz Al-Qur’an.
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda. Para peserta hadir dengan penuh semangat didampingi oleh orang tua masing-masing. Kehadiran orang tua tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral bagi putra-putri mereka, tetapi juga menjadi momentum untuk menyaksikan secara langsung hasil proses panjang yang telah dilalui anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an.
Ujian Tasmi’ Bil Ghaib merupakan salah satu bentuk evaluasi hafalan Al-Qur’an yang dilakukan secara langsung tanpa melihat mushaf. Dalam ujian tersebut, peserta diminta memperdengarkan hafalan sesuai target juz yang telah ditentukan. Selain kelancaran hafalan, aspek tajwid, makharijul huruf, ketepatan ayat, serta adab ketika membaca Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kesungguhan SD Muhammadiyah 21 Surabaya dalam membina siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Selama pelaksanaan ujian, para peserta tampak berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Meskipun beberapa siswa terlihat gugup karena harus memperdengarkan hafalan di hadapan penguji dan orang tua, mereka tetap mampu menunjukkan hafalan yang telah dipersiapkan melalui proses murojaah yang rutin bersama guru maupun di rumah.
Suasana haru beberapa kali terlihat ketika para siswa berhasil menyelesaikan setoran hafalan dengan lancar. Tak sedikit orang tua yang tampak bangga dan terharu menyaksikan putra-putri mereka mampu menghafal Al-Qur’an hingga beberapa juz di usia sekolah dasar.
Ketua Pelaksana Ujian Tasmi’ Bil Ghaib, Ustadzah Miftahul Chasanah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menjaga kualitas hafalan siswa sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam membangun mental dan kepercayaan diri mereka.
“Ujian Tasmi’ Bil Ghaib bukan sekadar menguji banyaknya hafalan yang dimiliki siswa, tetapi juga mengukur kualitas hafalan tersebut, mulai dari kelancaran, ketepatan ayat, hingga penerapan tajwid yang benar. Kami ingin membiasakan anak-anak untuk senantiasa menjaga hafalannya melalui murojaah yang berkelanjutan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus menambah dan menjaga hafalan Al-Qur’an,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan program tahfidz tidak terlepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
“Peran orang tua sangat besar dalam mendampingi proses menghafal anak di rumah. Oleh karena itu, kami sengaja mengundang orang tua untuk hadir agar mereka dapat menyaksikan langsung perkembangan putra-putrinya sekaligus menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang sangat berharga ini,” tambahnya.
Salah satu orang tua peserta, Bunda Elok Suryanti, mengaku bangga dan bersyukur melihat perkembangan hafalan anaknya. Menurutnya, program tahfidz yang dijalankan sekolah telah memberikan dampak positif yang nyata bagi pembentukan karakter anak.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur. Melihat anak mampu menghafal dan memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lancar tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi kami sebagai orang tua. Kegiatan seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus mendampingi anak murojaah di rumah. Terima kasih kepada para guru yang telah sabar membimbing anak-anak,” tuturnya.
Program tahfidz sendiri merupakan salah satu program unggulan SD Muhammadiyah 21 Surabaya yang terus dikembangkan setiap tahunnya. Sekolah berharap budaya mencintai Al-Qur’an dapat tertanam kuat dalam diri siswa sejak usia dini sehingga mampu menjadi bekal dalam kehidupan mereka di masa depan.
(Devi Falachiyah)





