Surabaya, wartapoint – Sebanyak 230 siswa kelas VI SD Muhammadiyah 4 Pucang (Mudipat) Surabaya berkumpul bersama orang tua mereka dalam agenda tahunan bertajuk Apresiasi Prestasi Siswa di Ballroom Grand City Surabaya pada Sabtu (20/6/2026).
Acara kelulusan yang mengusung tema “Generasi Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi” ini menjadi panggung selebrasi atas perjuangan keras seluruh murid—baik dari kelas reguler maupun kelas program internasional (Cambridge International Program/CIP)—dalam meraih nilai kelulusan yang luar biasa.
Capaian Akademik yang Membanggakan
Kepala Sekolah Mudipat Edy Susanto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian para siswa pada Tes Kompetensi Akademik (TKA). Berdasarkan data yang dirilis pihak sekolah, nilai rata-rata TKA untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia berhasil mencapai angka 80,94. Sementara itu, nilai rata-rata untuk mata pelajaran Matematika menyentuh angka 69,75.
Ustadz Edy juga memaparkan perbandingan pencapaian yang kompetitif antara kelas reguler dan kelas CIP:
- Matematika: Kelas reguler meraih rata-rata nilai 66,56, sedangkan kelas CIP mencapai 73,83.
- Bahasa Indonesia: Kelas reguler mengantongi rata-rata 79,90, sementara kelas CIP unggul dengan nilai rata-rata 82,28.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa seluruh siswa dari kedua program kelas telah berjuang dengan sangat luar biasa. Pihak sekolah pun menaruh harapan besar agar lulusan Mudipat menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan hidup, serta selalu haus akan ilmu pengetahuan.
Teladan Alumni dan Peran Penting Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, para siswa diajak untuk meneladani alumni sukses Mudipat, salah satunya Dr. Raras yang kini berkarier sebagai dosen Informatika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Melalui contoh nyata ini, Ustadz Edy mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Ada peran besar dari orang tua dan para guru yang ikut membentuk karakter serta kesuksesan siswa.
“Keberhasilan itu tidak hanya ditentukan oleh diri sendiri, tetapi ada faktor-faktor lain yang menjadikan kalian anak hebat, yaitu orang tua. Jadilah anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua di mana pun dan kapan pun,” tuturnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk tidak melupakan jasa para pendidik yang telah mendampingi mereka sejak awal menginjakkan kaki di sekolah.
“Berterima kasihlah juga kepada guru kelas 1 sampai kelas 6 yang telah ikut mengukir prestasi, masa depan, akhlak, keimanan, dan akidah kalian,” tambahnya.
Makna Prestasi Sejati
Di akhir pidatonya, Ustadz Edy menekankan bahwa esensi dari prestasi sejati bukanlah deretan piala yang dipajang di lemari, melainkan semangat fastabiqul khairat—atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Ia berpesan bahwa musuh terbesar yang harus ditaklukkan oleh para siswa ke depan adalah kemalasan diri sendiri, demi memastikan hari esok selalu lebih baik dari hari ini. Lulusan Mudipat dituntut untuk menjadi khalifah yang mampu membuktikan diri sebagai sebaik-baik manusia yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. (yupan)





