Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 26, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Anggun dan Santun, Tari Malang Kusuma Buka Gelaran Aisyiyah Cadre Camp di Pasuruan

Must read

Pasuruan, wartapoint – Alunan musik tradisional yang rancak seketika mengubah atmosfer pembukaan acara Aisyiyah Cadre Camp (ACC) di Pasuruan, Kamis (25/6/2026). Di depan para hadirin, tim ACC Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Malang tampil memukau membawakan Tari Malang Kusuma. Gerakan yang anggun sekaligus riang gembira berhasil mencuri perhatian seluruh peserta yang hadir.

​Tari Malang Kusuma sendiri merupakan tarian kreasi modern yang lahir dari tangan kreatif Ifa Irawati. Perempuan yang sehari-hari mengabdi sebagai guru di TK Aisyiyah 16 Kota Malang sekaligus Sekretaris Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Lowokwaru ini, merancang koreografi khusus yang sarat akan makna lokal.

​Tarian ini dibawakan oleh delapan orang delegasi yang diambil dari perwakilan MPK di setiap cabang se-Kota Malang. Menariknya, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki latar belakang sebagai penari profesional.

​Kilat Satu Hari dan Tantangan Menjaga Marwah Kesopanan

​Di balik penampilan yang tampak sempurna dan padu tersebut, tersimpan cerita perjuangan yang luar biasa. Tim ini tercatat hanya memiliki waktu efektif selama satu hari untuk mempelajari dan menguasai seluruh gerakan tari.

​Ifa Irawati, selaku mentor sekaligus pencipta tari, membagikan dinamika suka duka selama proses latihan kilat tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar muncul dari psikologis para penari yang didominasi oleh ibu-ibu Aisyiyah.

​”Dukanya itu ketika ibu-ibu sempat takut bergoyang. Ada rasa malu dan khawatir gerakan mereka akan keluar dari batasan kesopanan,” ujar Ifa.

​Ifa kemudian memberikan pemahaman kepada para anggotanya bahwa merespons irama musik adalah hal yang natural bagi tubuh, namun tetap bisa dikendalikan.

​”Ketika kita mendengarkan irama, pastinya tubuh kita akan bergerak sendiri. Tetapi kita harus sadar, ada batasan-batasan kesopanan yang harus kita pegang teguh saat tampil menari. Karena itu, Tari Malang Kusuma ini saya ciptakan dengan pakem yang tetap anggun dan luwes, namun menjaga ketat batasan kesopanan tersebut,” jelasnya.

​Komitmen bersama untuk menjaga marwah dan kesantunan itulah yang akhirnya melunturkan rasa canggung. Di sisi lain, Ifa mengaku sangat bangga melihat semangat juang para ibu Aisyiyah yang luar biasa. Meski di bawah tekanan waktu yang sangat singkat, mereka memiliki mentalitas untuk memberikan yang terbaik demi membawa nama baik PDA Kota Malang.

​Filosofi Adaptasi Tari Topeng Malang

​Secara filosofis, Tari Malang Kusuma merupakan wujud kebanggaan terhadap identitas daerah. Sebagai masyarakat yang tinggal di Kota Malang, Ifa sengaja memasukkan muatan lokal ke dalam karya kreasinya.

​Sebagian gerakan dalam tarian ini mengadaptasi pakem Tari Topeng Malangan, sebuah warisan budaya luhur yang menjadi ikon dan kebanggaan Bumi Arema. Adaptasi ini menjadi simbol bahwa kader Aisyiyah tidak hanya fokus pada gerakan organisasi, melainkan juga tetap mengakar kuat pada pelestarian budaya lokal setempat. Penampilan apik ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk melahirkan sebuah mahakarya yang elok dan santun. (Mom Yayuk)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article