Peringatan HUT RI ke-81: Duka Perang Uhud dan Refleksi Kritis Atas Ancaman Keserakahan Bangsa

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah refleksi kritis berhembus mengkritisi kondisi kebangsaan saat ini. Kemerdekaan yang diraih dengan tumpah darah para pahlawan kini dinilai tengah menghadapi ancaman serius dari dalam, berupa budaya keserakahan dan perebutan kekuasaan yang tak terkendali.

​Analogi historis Perang Uhud menjadi sorotan utama dalam perenungan ini. Kemenangan awal umat Islam yang seketika berbalik menjadi kekalahan akibat pasukan yang tergiur harta rampasan perang (ghonimah) dinilai relevan dengan kondisi Indonesia hari ini. Negeri yang dahulunya berhasil mengusir penjajah tanpa pamrih, kini dinilai rapuh akibat perebutan sumber daya dan kekayaan alam oleh segelintir pihak.

​”Bumi kaya raya yang diwariskan para syuhada kini jadi rebutan secara nyata. Slogan ‘NKRI Harga Mati’ seolah kerap menjadi sekadar basa-basi di tengah perusakan lingkungan dan pengerukan sumber daya alam tanpa sisa,” ujar narasi reflektif tersebut.

Soroti Masalah Ekologi hingga Dinamika Politik

​Refleksi ini menyoroti berbagai persoalan mendasar yang melanda negeri, antara lain:

  • Kerusakan Lingkungan: Hutan yang kian gundul serta eksploitasi sumber energi bumi yang tidak berkelanjutan akibat keserakahan.
  • Dinamika Kebijakan & Parlemen: Kritik terhadap elite publik dan lembaga pembuat undang-undang yang dinilai lebih fokus pada konsolidasi kekuasaan ketimbang kepentingan rakyat.
  • Gelombang Protes Generasi Muda: Maraknya aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil sebagai respon atas kebijakan yang dinilai merugikan bangsa.
  • Ancaman Disintegrasi: Munculnya fenomena pengabaian simbol negara di beberapa daerah sebagai cerminan dari melemahnya kehadiran dan kepedulian negara.

Pesan Moral dan Doa Bagi Masa Depan Negeri

​Di tengah situasi penuh kontroversi dan perpecahan, refleksi ini ditutup dengan seruan spiritual dan harapan mendalam. Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 16, peringatan keras disampaikan mengenai bahaya kedurhakaan dan keserakahan para penguasa yang dapat membawa kehancuran bagi suatu bangsa.

​Masyarakat diajak untuk terus berdoa memohon perlindungan Tuhan agar pintu hati para pemimpin diketuk menuju jalan kebenaran, serta generasi muda tetap memiliki keteguhan untuk menjaga keutuhan Republik Indonesia dari ancaman internal maupun eksternal. (Najib Sulhan)

#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article