
Surabaya, wartapoint — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya menggelar upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara kolaboratif. Kegiatan khidmat tersebut berlangsung di halaman SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) pada Senin (17/8/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini menghadirkan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gubeng Surabaya. Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Camat Gubeng Surabaya.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran PCM/PCA dan PRM/PRA se-Cabang Ngagel, jajaran Muspika Kecamatan Gubeng, serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan, di antaranya SD Muhammadiyah 4 Surabaya, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
Wadah Kebersamaan Lintas Elemen
Ketua Panitia Pelaksana, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini dirancang untuk membuka ruang komunikasi dan silaturahmi yang tidak hanya terbatas pada lingkungan internal pendidikan.
“Hari ini adalah peringatan bersama seluruh Muspika yang ada di Kecamatan Gubeng, RT/RW, Camat, hingga Lurah. Kita mencoba membuka ruang, tidak hanya terbatas antara siswa dan guru, tetapi juga menjalin hubungan yang erat dengan pihak Muspika,” ujar Mukhlasin usai pelaksanaan upacara kepada awak media wartapoint.id.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini turut merangkul berbagai unsur kebhinekaan dan organisasi kemasyarakatan di wilayah Gubeng, mulai dari tokoh lintas agama (Hindu, Buddha, Kristen), Karang Taruna, hingga perwakilan veteran.
Melibatkan Ratusan Peserta
Upacara bendera tersebut diikuti oleh sebanyak 675 peserta. Barisan peserta terbagi ke dalam beberapa peleton yang masing-masing terdiri dari 30 orang, dengan rincian:
- 1 Peleton: Unsur TNI/Polri.
- 1 Peleton: Unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
- 4 Peleton: Unsur Guru (gabungan SD, SMP, dan SMA).
- 4 Peleton: Unsur Siswa.
- Peleton Tambahan: Pasukan Pramuka dari Pucang Jajar.
Mukhlasin menegaskan bahwa gelaran upacara gabungan ini murni merupakan inisiatif bersama dari pihak PCM Ngagel dan Kecamatan Gubeng, bukan atas instruksi atau imbauan khusus dari pemerintah.

Harapan Sinergi Berkelanjutan
Meskipun persiapan dan koordinasi bersama Muspika berjalan lancar, Mukhlasin mengungkapkan bahwa keterbatasan lahan membuat keikutsertaan sekolah-sekolah di bawah naungan PCM Ngagel masih diwakili oleh perwakilan peleton.
”Harapan ke depan, acara kolaborasi seperti ini terus digalakan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa mendapatkan lahan yang lebih luas agar seluruh siswa Muhammadiyah dari berbagai jenjang dapat disatukan dalam satu lokasi upacara,” pungkasnya. (yupan)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolah





