
Surabaya, wartapoint — SD Muhammadiyah 26 Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Observasi Siswa dan Orang Tua sebagai penutup program pendaftaran gelombang inden Tahun Pelajaran 2027/2028 pada Sabtu (15/8/2026). Rangkaian acara yang diikuti 72 calon siswa baru beserta wali murid tersebut berlangsung lancar, tertib, dan penuh keceriaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, S.Si., S.Pd., Gr. Guna menjaga kenyamanan seluruh peserta, pelaksanaan observasi dibagi ke dalam tiga sesi:
- Sesi 1: Pukul 08.00 – 09.00 WIB
- Sesi 2: Pukul 09.00 – 10.00 WIB
- Sesi 3: Pukul 10.00 – 11.00 WIB
Pemetaan Potensi Anak Sejak Dini
Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme para orang tua. Ia menegaskan bahwa observasi ini dirancang ramah anak dan bukan merupakan tes kelulusan.
“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme dari 72 calon wali murid pada gelombang inden ini. Observasi ini bukan bentuk ‘tes kelulusan’ yang menakutkan, melainkan pemetaan awal agar kami dapat mengenal karakter, kesiapan motorik, serta potensi dasar setiap anak secara utuh sejak dini. Harapan kami, transisi anak ke sekolah dasar berjalan menyenangkan,” ujar Yunita.
Tiga Tahapan dan Aspek Penilaian
Pelaksanaan observasi ini melalui tiga tahapan utama: registrasi, observasi orang tua, dan observasi siswa. Pada tahap observasi siswa, para ustadz dan ustadzah mendampingi anak-anak untuk menguji kesiapan belajar melalui empat aspek utama:
- Kesiapan Belajar & Sosial: Menilai kemampuan sosial dasar dan koordinasi motorik halus.
- Observasi Mengaji: Mengetahui tingkat pengenalan dan kemampuan literasi Al-Qur’an sejak dini.
- Motorik Kasar & Keseimbangan: Mengajak anak bermain permainan interaktif untuk melatih keseimbangan serta berkreasi mewarnai.
- Observasi Bahasa Inggris: Mengukur respons dan kemampuan dasar berbahasa asing.
Apresiasi dari Wali Murid
Suasana hangat dan ramah dari para pendidik mendapat tanggapan positif dari wali murid, salah satunya Bunda Ahsan.
”Alhamdulillah, pelaksanaannya sangat rapi dan ramah anak. Penyambutannya hangat sekali sehingga Ahsan tidak merasa tegang sama sekali. Proses observasinya dikemas seperti permainan yang seru, jadi anak-anak bisa mengeksplorasi kemampuannya dengan riang,” ungkap Bunda Ahsan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, sinergi antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat terbangun sejak awal demi mencetak generasi yang berakhlak mulia, unggul, dan berprestasi. (Faza/Novi/yupan)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolah





