
Oleh: Andi Hariyadi
Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya
Bangsa Indonesia yang saat terjajah sangat berharap bisa merdeka berdaulat, hidup adil dan makmur. Para pahlawan pun menggerakkan Perjuangan dengan seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan perlawanan pada penjajah.
WR. Soepratman menjadi salah satu pahlawan bangsa Indonesia yang gerakan perjuanganya menginspirasi kemerdekaan bangsa. Melalui karya lagu kebangsaan Indonesia Raya terus bergelora membakar semangat juang untuk berkarya disaat merdeka.
Semarak memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 benar benar menjadi energi penguat dan perekat persatuan bangsa ditengah keragaman yang ada.
Tepat pada 17 Agustus 1938 berarti 7 tahun sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, WR Soepratman salah satu pahlawan bangsa yang begitu besar pengorbanan dan perjuangannya melalui karya monumentalnya Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan meninggal dunia.
Meski belum sempat menyaksikan kemerdekaan bangsa Indonesia, WR Soepratman memiliki visi yang besar untuk Kedaulatan bangsa ketika para penjajah begitu arogan dan kejamnya memburu aktivis pergerakan bangsa yang memiliki pengaruh besar untuk membangkitkan kesadaran berjuang meraih kemerdekaan, para pahlawan ditangkap, dipenjara dan disiksa untuk membatasi pergerakannya.
Ketika WR. Soepratman dengan keberaniannya dalam forum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 mengumandangkan Indonesia Raya dengan memainkan biola, membawa dampak yang luar biasa menggelorakan kebangkitan kaum muda untuk berjuang melepaskan dari penjajahan.
Bait bait lagu perjuangan telah merasuk dalam hati hati kaum pergerakan, bergelora membangkitkan semangat juang untuk mewujudkan cita cita Indonesia Merdeka. Meski dengan segala keterbatasan dan ancaman kematian tidak mengurangi semangat juang, gelora Indonesia Raya terus membara dengan Merah Putih mengikat Persatuan Bangsa ditengah keragaman suku, agama dan budaya menjadi khazanah Indonesia.
WR. Supratman sudah meninggalkan kita 88 tahun ketika kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 pada 2026 ini, hendak kita tetap memiliki semangat juang dalam mengisi kemerdekaan. Dan hendaknya kita sadar sekaligus mengerti sejarah perjuangan bangsa, dimana para pahlawan telah menorehkan tinta emas untuk bangsa sampai darah penghabisan untuk Indonesia merdeka.
Sebagai generasi bangsa Indonesia hendaknya memiliki spirit perjuangan dan menjadi patriot sejati mengisi kemerdekaan. Kedaulatan bangsa Indonesia diraih dari perjuangan, bukan hadiah atau pemberian dari penjajah, dan atas berkat Rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa bangsa Indonesia merdeka.
Gelora Indonesia Raya karya WR. Soepratman terus menggema baik dari Istana Merdeka hingga dipelosok negeri menjadi obor perjuangan yang terus hidup dan menghidupkan untuk keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jika WR. Soepratman hingga akhir hayatnya mampu membakar semangat juang melalui lagu lagu perjuangan bagaikan senjata yang mampu melemahkan penjajah yang arogan, sekaligus mampu menguatkan semangat juang kaum pergerakan hingga generasi penerus perjuangan.
Perjuangan WR. Soepratman tidak bisa kita lepaskan begitu saja, justru menginspirasi perjuangan baik lintas generasi, lintas agama dan keyakinan serta lintas komunitas yang bersatu untuk Indonesia Raya.
Ketika seluruh rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan, beberapa komunitas dengan penuh keikhlasan serta didorong keinginan luhur untuk kemajuan bangsa menggelar Upacara Kemerdekaan di halaman Makam WR. Soepratman dilanjut tabur bunga di pusaranya di Makam Pahlawan WR. Soepratman di Surabaya. Prosesi ini begitu menggugah untuk membangkitkan kesadaran menggelorakan Indonesia Raya. Beragam komunitas dan lintas generasi membulatkan tekat untuk terus menggelorakan Indonesia Raya dengan karya positif dan konstruktif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gesekan dawai biola WR. Soepratman terus memberi semangat juang untuk Indonesia Raya, bangunlah jiwa bangunlah badannya merupakan bentuk generasi bangsa yang memiliki integritas tinggi untuk berkontribusi pada negeri, bukan merusak atau bahkan bertindak korupsi sehingga mengkhianati amanah Ibu Pertiwi.
Gelora Indonesia Raya disaat memperingati kemerdekaan RI ke 81 ini diharapkan semakin memperkuat persatuan untuk bersama membangun negeri, jangan mudah diadu domba sesama anak negeri sehingga memperlemah bangsa, karena sesungguhnya kita bersaudara bagian dari Indonesia Raya.





