
Surabaya, wartapoint — Pemerintah Taiwan kembali memperkuat promosi pariwisata di Indonesia guna membidik pasar wisatawan jelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru. Dalam upaya tersebut, Taiwan membuka peluang untuk mengaktifkan kembali rute penerbangan langsung Surabaya-Taiwan demi memperkuat konektivitas kedua wilayah.
Potensi pasar Indonesia dinilai sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia mencapai 9,16 juta perjalanan sepanjang 2025.
Guna menggaet pasar potensial tersebut, Taiwan Tourism Administration memboyong 16 institusi—terdiri atas maskapai penerbangan, agen perjalanan, dan asosiasi pariwisata—dalam rangkaian promosi di Indonesia selama tujuh hari enam malam. Rangkaian acara dibuka melalui Taiwan Tourism Workshop di Sheraton Surabaya Hotel & Tower pada Rabu (12/8/2026) malam, dan dilanjutkan dengan Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, Jakarta, pada 14–16 Agustus 2026.
Surabaya dipilih sebagai lokasi utama promosi karena statusnya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang pesat serta potensi pasar wisata dan bisnis yang kuat.
Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Surabaya, David Lin, mengungkapkan bahwa peluang menghidupkan kembali rute penerbangan langsung Surabaya-Taiwan masih sangat terbuka, meski tetap bergantung pada pertimbangan komersial maskapai dan tingkat permintaan pasar.
”Surabaya merupakan pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat. Kami berharap seiring dengan terus berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya di masa mendatang,” ujar David.
Perkuat Destinasi Ramah Wisatawan Muslim
Selain mendorong konektivitas udara, Taiwan juga gencar mempromosikan fasilitas ramah wisatawan Muslim. Berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 terbitan Mastercard dan CrescentRating, Taiwan berhasil menduduki peringkat ketiga bersama Inggris untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerjasama Islam (OIC).
Pencapaian ini didukung oleh ketersediaan fasilitas penunjang di berbagai destinasi utama dan pusat transportasi, seperti:
- Restoran dan kuliner bersertifikat halal
- Hotel dengan fasilitas ramah Muslim
- Ruang salat di tempat umum dan kawasan wisata
”Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” tambah David.
Sinergi Pelaku Industri dan Ragam Destinasi
Director Taiwan Tourism Information Center Jakarta, Abe Chou, menjelaskan bahwa strategi pengembangan pasar Indonesia dilakukan melalui penguatan hubungan antar pelaku industri pariwisata lewat sesi business matching.
Melalui kolaborasi ini, Taiwan menawarkan beragam destinasi unggulan, mulai dari keindahan alam pegunungan dan budaya teh di Alishan, Sun Moon Lake, pemandian air panas, hingga pasar malam dan wisata budaya.
”Bagi wisatawan Indonesia, daya tarik utama Taiwan adalah keberagaman, kemudahan akses, serta lingkungan yang ramah dan terbuka,” pungkas Abe. (Armand)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #bisnis





