
Surabaya, wartapoint – Mengulas buku di sela-sela kesibukan sekolah kini menjadi hobi mendalam bagi Adeeva Shakila Assabiq. Jurnalis Cilik dari MI Muhammadiyah 25 Surabaya tersebut baru saja menyelesaikan novel fiksi bertajuk Dompet Ayah, Sepatu Ibu karya penulis populer J. S. Khairen dalam kurun waktu dua pekan.
Novel ini mengangkat dinamika kehidupan keluarga yang sarat akan perjuangan, kasih sayang, serta pengorbanan orang tua yang kerap tak disadari oleh anak-anaknya.
Melalui sudut pandang pembaca muda, Adeeva membedik dua simbol utama dalam novel tersebut:
- Dompet Ayah: Memiliki makna mendalam sebagai simbol tanggung jawab dan kerja keras. Di balik kesederhanaannya, terdapat perjuangan tiada henti seorang ayah yang rela menekan keinginan pribadinya demi memastikan masa depan anak-anaknya terjamin.
- Sepatu Ibu: Menjadi lambang perjalanan tiada lelah. Sepatu tersebut melangkah tanpa kenal letih demi mengukir kebahagiaan dan mengasuh buah hatinya.
Bagi Adeeva, menyelami kisah novel ini memberikan refleksi mendalam secara personal. Ia mengaku semakin menyayangi kedua orang tuanya dan belajar untuk lebih bijak serta bersabar dalam menerima nasihat maupun teguran di rumah.
Aktivitas resensi ini membuktikan bahwa budaya literasi di kalangan siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya meningkatkan keterampilan jurnalistik, tetapi juga mengasah empati serta kecerdasan emosional anak sejak dini. (Laporan tugas jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya Adeeva Shakila Assabiq)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #jurnaliscilik





