
Surabaya, wartapoint – SMP Muhammadiyah 15 Surabaya (Spemlibels) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional. Melalui program unggulan Bilingual Class, para siswa kelas 9 Spemlibels sukses menggelar diskusi ilmiah internasional bertajuk Global Collaboration yang mempertemukan mereka secara daring dengan pelajar dari India, Selasa (25/8/2026).
Pada ajang berbasis Video Conferencing Zoom Meeting ini, Spemlibels bermitra langsung dengan Mahatma Montessori Matriculation Higher Secondary School (Baba Building) yang berlokasi di Madurai, Tamil Nadu, India. Diskusi interaktif tersebut melibatkan puluhan siswa kelas 9 Spemlibels serta pelajar kelas 10, 11, dan 12 dari sekolah mitra.
Mengulas Sains Keantariksaan
Mengusung topik sains keantariksaan, forum ini membedah isu teknis fundamental: “Why are Low Earth Orbit satellites used for imaging while geostationary satellites are used for telecommunications?”
Siswa dari kedua negara tampak antusias mengeksplorasi alasan di balik perbedaan penggunaan orbit satelit tersebut. Tim siswa Spemlibels secara khusus mempresentasikan:
- Pemanfaatan dan penerapan teknologi satelit di Indonesia.
- Pemetaan lokasi orbit di wilayah nusantara.
- Peran vital satelit untuk pemerataan jaringan telekomunikasi serta mitigasi bencana nasional.
Wadah Pengasahan Critical Thinking dan Diplomasi Edukasi
Selain mengasah pemikiran kritis (critical thinking) di bidang sains, kegiatan ini dirancang untuk melatih keberanian berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta memperluas wawasan lintas budaya. Forum ini sekaligus menjadi ruang diplomasi edukasi antarnegara sejak dini.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Ustaz Banjar, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya terobosan internasional ini.
”Kolaborasi internasional ini merupakan wadah nyata bagi siswa untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris sekaligus berpikir kritis di bidang sains. Kami ingin melahirkan generasi berwawasan global yang tetap berkarakter Islam,” tegas Ustaz Banjar.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Bilingual Class Spemlibels, Mr. Adi Cahyono, menegaskan bahwa program ini membuktikan kesiapan para siswa untuk bersaing di tingkat global.
”Melalui diskusi langsung dengan mitra luar negeri, siswa belajar menyampaikan gagasan ilmiah dengan lugas. Together, we learn more, we grow more,” ungkapnya.
Melalui terobosan Global Collaboration ini, Spemlibels kembali membuktikan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak calon pemimpin berdaya saing global, berwawasan luas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Didik Hermawan/yupan)





