RS Kemenkes Surabaya Perkuat Penanganan Stroke, Ingatkan Penanganan Kurang dari 4 Jam

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Penyakit stroke menjadi salah satu layanan unggulan di Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, di samping penanganan jantung, gagal ginjal, dan kanker. Layanan ini terus diperkuat guna menekan angka kematian serta risiko kecacatan akibat serangan stroke.

​Dalam momentum peringatan HUT ke-2 RS Kemenkes Surabaya, pihak rumah sakit kembali mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengenali gejala stroke awal dan mendatangi fasilitas kesehatan secepat mungkin.

​Bahaya Menganggap Stroke Sebagai “Angin Duduk”

​Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, S.H., MARS, M.H.Kes., menegaskan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala stroke awal atau menganggapnya sekadar keluhan biasa.

​“Kalau tiba-tiba mengalami gejala seperti itu, jangan bilang angin duduk. Itu tanda-tanda stroke yang harus segera kita atasi. Kurang dari empat jam sudah harus sampai di rumah sakit,” tegas dr. Martha.

​Ia menambahkan bahwa faktor waktu sangat menentukan. Semakin cepat pasien ditangani, semakin tinggi peluang untuk meminimalkan kecacatan permanen maupun kematian.

​Namun, kondisi di lapangan mencatat tingkat keterlambatan yang masih tinggi.

​“Di sini rata-rata ada beberapa pasien yang datang dalam waktu kurang dari empat jam. Tapi di luar itu ada sekitar lima kali lipat yang datang terlambat. Ada yang sudah sehari, bahkan ada yang sampai 23 hari di rumah baru dibawa ke sini,” ungkapnya.

​Waspadai Gejala Sementara (TIA)

​Plt. Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Kemenkes Surabaya, dr. Adhy Nugroho, MARS, juga mengimbau agar masyarakat tidak terkecoh jika gejala stroke mendadak membaik atau menghilang. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik sementara.

​“Jangan menganggap kalau gejalanya hilang berarti sudah sembuh. Itu bukan berarti penyakitnya sudah sembuh. Karena itu deteksi dini stroke harus terus dilakukan,” ujar dr. Adhy.

​Untuk merespons kondisi darurat tersebut, RS Kemenkes Surabaya telah menerapkan protokol respons cepat di Unit Gawat Darurat (UGD).

​“Dalam waktu empat jam itu kita tangani. Pemeriksaan sampai obat kurang dari 30 menit. Jadi hasilnya bisa sangat ditekan dibandingkan pasien yang datang terlambat,” jelas dr. Adhy.

​Tanda Utama & Langkah Pencegahan Dini

​Guna mengantisipasi serangan stroke, masyarakat diimbau mengenali tiga gejala utama (SeGeRa Ke RS):

  • ​Wajah tidak simetris: Senyum miring atau salah satu sisi wajah terkulai.
  • ​Kelemahan anggota tubuh: Kelemahan atau mati rasa mendadak pada salah satu sisi tangan/kaki.
  • ​Gangguan bicara: Bicara pelo, tidak jelas, atau kesulitan memahami perkataan.

​Selain penanganan darurat, RS Kemenkes Surabaya mendorong langkah preventif melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan berkala seperti tekanan darah, gula darah, dan profil kolesterol sangat penting dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko sebelum serangan terjadi.

#kemenkes #beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article