
Bali, wartapoint — Keberanian dua siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) membuahkan hasil manis di kancah internasional. Panji Tegar Wikantama (XII Shum) dan Anas Audah (XI ST 2) berhasil berkonsultasi langsung mengenai riset kebencanaan dengan pakar dunia, Prof. Andrew Collins dari Northumbria University, Inggris.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela gelaran 16th International Conference of the Integrated Disaster Risk Management (IDRiM) 2026 di Bali. Prof. Collins sendiri merupakan pakar bidang Disaster and Development yang dikenal luas atas risetnya di bidang ketahanan iklim serta sistem kesehatan urban-rural. Dalam konferensi tersebut, ia hadir sebagai pembicara kunci bertema “Urban Climate Resilience and Adaptation under Compound Risks”.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Panji dan Anas memberanikan diri menghampiri sang profesor usai sesi pemaparan untuk mempresentasikan gagasan mereka.
”Awalnya deg-degan mau samperin, tapi ternyata beliau ramah banget dan mau dengerin riset kami sampai selesai,” ungkap Panji, Senin (7/9/2026).
Dalam diskusi tersebut, kedua pelajar ini memaparkan karya ilmiah berjudul “Assessing Student-Based Youth Organizations Capacity Using McKinsey 7S Framework: Their Contribution to Disaster Resilience and Management”. Riset ini membedah sejauh mana kesiapan dan kapasitas organisasi tingkat pelajar, seperti OSIS dan Pramuka, dalam mendukung manajemen serta ketahanan bencana.
Bagi Anas, kesempatan berdiskusi dengan akademisi kelas dunia memberikan dorongan motivasi yang sangat besar.
”Bisa ngobrol langsung sama profesor dari Inggris, dapet masukan buat riset kami, itu kesempatan yang nggak bakal kelupaan. Rasanya kayak validasi kalau riset yang kami buat memang punya nilai,” ujar Anas.
Aksi berani dua siswa SMAMX ini membuktikan bahwa usia sekolah bukan penghalang untuk bersaing dan membangun jejaring ilmiah di tingkat global, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam isu ketahanan bencana. (Azmi/yupan)
#sekolah #muhammadiyah #beritanasional #bali #teknologi





