
Bali, wartapoint — Padatnya agenda 16th International Conference of the Integrated Disaster Risk Management (IDRiM) 2026 tidak menyurutkan semangat para siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) untuk membangun jejaring internasional. Di sela sesi keynote dan presentasi paralel, delegasi SMAMX berkesempatan berdiskusi santai dengan Ignatius Ryan Prananantyo, peneliti utama dari Earth Observatory of Singapore (EOS), Nanyang Technological University.
Pertemuan yang berlangsung hangat di area lobi konferensi tersebut dimanfaatkan para siswa untuk bertukar pikiran mengenai riset kebencanaan. EOS sendiri dikenal sebagai salah satu pusat riset kebumian terkemuka di Asia Tenggara yang berfokus pada gempa bumi, tsunami, serta mitigasi bencana geologis.
Kesan ramah dan terbuka dari peneliti kelas dunia tersebut berani mencairkan kecanggok para siswa.
”Awalnya kirain bakal kaku ngobrol sama peneliti sekelas beliau, ternyata malah asyik dan santai. Jadi berani nanya-nanya lebih banyak,” ujar Anas Audah, siswa kelas XI ST 2 SMAMX.
Hal senada disampaikan oleh Panji Tegar Wikantama (XII Shum). Menurutnya, pengalaman ini membuktikan bahwa membangun jejaring global tidak selalu harus berlangsung dalam format diskusi kaku.
”Justru obrolan santai kayak gini yang bikin kenal lebih dekat. Nggak nyangka bisa sedekat ini sama peneliti dari Singapura,” ungkap Panji kepada media wartapoint.id via WhatsApp, Selasa (8/9/2026).
Pertemuan dengan Ignatius Ryan Prananantyo melengkapi rangkaian aksi proaktif delegasi SMAMX di IDRiM 2026, setelah sebelumnya mereka juga sukses berkonsultasi riset dengan Prof. Andrew Collins dari Northumbria University, Inggris. Strategi berjejaring yang telah disiapkan para siswa sejak sebelum berangkat terbukti efektif membuka akses diskusi langsung dengan para ilmuwan tingkat dunia. (Azmi/yupan)
#internasional #bali #sekolah #beritanasional #indonesia





