Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Ketulusan di Balik Wakaf Rumah Rungkut: Hason Sitorus Berbagi Inspirasi Merawat Lansia

Must read

Surabaya, wartapoint – Merawat orang lanjut usia (lansia) adalah sebuah seni kesabaran yang tidak semua orang mampu menjalaninya. Hal inilah yang menjadi refleksi mendalam bagi Hason Sitorus, sosok wakif (pemberi wakaf) Rumah Rungkut, saat berbicara dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Lansia yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur bersama Lazismu Jatim, Sabtu (14/03/2026).

​Dalam suasana yang penuh kehangatan, Hason berbagi pandangan mengenai tantangan nyata dalam mendampingi para lansia di masa senja mereka.

​Kesabaran Melampaui Santunan

​Bagi Hason, merawat lansia memerlukan pemahaman psikologis yang mendalam. Ia mengakui bahwa perbedaan cara pandang antara generasi muda dan lansia seringkali menciptakan situasi yang menantang.

​“Merawat lansia itu tidak mudah. Kadang kita serba salah. Cara pandang dan pemahaman mereka sering berbeda dengan kita yang masih muda. Butuh keikhlasan besar di sana,” ungkapnya.

​Bahkan, ia menambahkan bahwa memberikan santunan finansial jauh lebih mudah dibandingkan memberikan waktu dan tenaga secara langsung untuk menjaga orang tua atau mertua. Pandangan inilah yang kemudian menggerakkan hatinya untuk menyediakan wadah yang layak bagi para lansia.

​Totalitas Wakaf: Dari Hunian hingga Sumber Pendapatan

​Sebagai bentuk komitmen nyata, Hason Sitorus telah mewakafkan dua unit rumah di Perumahan Rungkut yang kini bertransformasi menjadi pusat kegiatan produktif bagi para lansia.

​Tak berhenti di situ, ia juga menyerahkan sebuah rumah strategis di Sidoarjo untuk diwakafkan. Uniknya, rumah di Sidoarjo ini difungsikan sebagai unit usaha yang hasilnya (surplus wakaf) secara khusus dialokasikan untuk membiayai berbagai kegiatan operasional di Rumah Rungkut. Dengan sistem ini, kegiatan lansia dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

​Terinspirasi Sahabat dan Jejak Kemanusiaan

​Keputusan besar Hason untuk melepas aset pribadinya demi kepentingan umat ternyata dipicu oleh sosok dr. Esty, sahabat sekaligus seniornya saat masih bertugas di Pemerintah Kota Surabaya. Kepedulian sosial dr. Esty yang tinggi menjadi pemantik bagi Hason dan keluarga untuk melangkah lebih jauh dalam berderma.

​Inspirasi tersebut bahkan menyentuh ranah yang sangat personal. Hason, istri, beserta anaknya telah membulatkan tekad untuk menjadi pendonor kornea mata setelah mereka wafat kelak.

​”Semoga ketika kita meninggal nanti, masih ada manfaat yang bisa kita tinggalkan bagi sesama,” tuturnya dengan nada bergetar.

​Menghidupkan Spirit Al-An’am 162

​Menutup pesan inspiratifnya, Hason mengutip penggalan Surah Al-An’am ayat 162 sebagai kompas hidupnya:

“Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin.”

(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam).

​Melalui sinergi antara PWA Jawa Timur dan Lazismu Jatim ini, diharapkan kisah Rumah Rungkut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia, sekaligus menjadi bukti bahwa manfaat seseorang tidak harus berhenti saat napas terakhir dilepaskan. (Mom Yayuk)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article