
Surabaya, wartapoint – SD Muhammadiyah 10 Surabaya kembali mengadakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang diikuti oleh para siswa pada Jumat hingga Sabtu (18-19/9/2026). Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan dan penuh antusiasme, khususnya bagi peserta yang baru pertama kali mengikutinya.
Salah satu jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya, Syarafana Aiko Sugeva, membagikan pengalamannya selama mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dan kebersamaan tersebut.
Kebersamaan dan Kehangatan di Dalam Kelas
Sejak Jumat malam, suasana kegiatan Mabit berlangsung meriah dan penuh keseruan. Di dalam kelas, para siswa memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk saling berbagi cerita, mempererat tali persahabatan, serta membangun rasa kekeluargaan antar-teman sekelas.
”Saya sangat senang karena ini adalah pertama kalinya saya dan teman-teman yang lain ikut Mabit. Suasananya sangat seru karena kita bisa berbagi cerita saat berada di dalam kelas,” ujar Aiko.
Malam Khusyuk: Tahajud hingga Subuh Berjamaah
Memasuki sepertiga malam, para peserta Mabit dibangunkan untuk melaksanakan ibadah bersama. Suasana kelas yang semula penuh dengan canda tawa berubah menjadi hening dan khusyuk saat seluruh siswa bersiap menunaikan ibadah.
Para siswa melaksanakan sholat Tahajud secara berjamaah di tengah kesunyian malam, lalu dilanjutkan dengan menjalankan sholat Subuh bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan ibadah mandiri serta memperkuat spiritualitas siswa sejak dini.
Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Usai menunaikan sholat Subuh, rangkaian kegiatan Mabit dilanjutkan dengan aksi kebersihan lingkungan. Syarafana dan teman-temannya bersama-sama membersihkan area kelas dan mengumpulkan sampah yang menumpuk.
Dengan semangat gotong royong, mereka merapikan kembali ruang kelas agar kembali bersih, rapi, dan nyaman untuk digunakan. Aksi ini sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Kegiatan Mabit Jumat-Sabtu tersebut tidak hanya menjadi sarana penguatan iman dan ibadah, tetapi juga meninggalkan kenangan manis serta melatih kemandirian bagi seluruh siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya. (Laporan jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya Aiko)





