Hadapi Kekeringan, Muhammadiyah Kotim Kembali Salurkan 20.000 Liter Air Bersih

Must read

- Advertisement -

Sampit, wartapoint – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tidak hanya memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, tetapi juga menyebabkan krisis air bersih bagi sebagian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Muhammadiyah melalui semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak pada Ahad (5/10/2026).

​Pada aksi tahap ketiga ini, sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke empat titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit.

​Adapun empat lokasi sasaran penyaluran tersebut meliputi:

  • ​Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan
  • ​Kampung Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit
  • ​RT 01 Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit
  • ​Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit

​Aksi kemanusiaan ini terwujud berkat kolaborasi lintas unsur yang melibatkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kotim, LAZISMU Kotim, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Kotim, DPD IMM Kalimantan Tengah, BEM Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), IMM Kotim, komunitas Amang Ojek, serta dukungan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit.

​Perwakilan LLHPB Aisyiyah, Etty Silviani, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kepedulian nyata Muhammadiyah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga. Ia menggarisbawahi pentingnya kerja bersama dalam menangani persoalan kekeringan.

​”Penyaluran air ini memperlihatkan hubungan sosial yang kuat antara relawan dan masyarakat. Saat penyaluran di Desa Lempuyang, warga menyambut tim dengan antusias. Mereka bahkan memberikan beras kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih,” ungkap Etty.

​Sementara itu, Ketua LAZISMU Kotim, Ahirul Agus, menjelaskan bahwa aksi tanggap bencana ini merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan Muhammadiyah sepanjang musim kemarau. Sebelumnya, LAZISMU dan MDMC juga telah membagikan air bersih serta menerjunkan tim khusus untuk penanganan karhutla.

​”Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga krisis kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu, Muhammadiyah berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegas Ahirul.

​Aksi penyaluran 20.000 liter air bersih ini tidak hanya diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan serta perubahan kondisi lingkungan di Kabupaten Kotawaringin Timur. (mf/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article