
Surabaya, wartapoint – Mengusung semangat dakwah yang menggembirakan, Panitia Tanwir dan Milad ke-114 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya sukses menggelar turnamen futsal antar-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Surabaya pada Sabtu (10/10/2026).
Ajang kompetisi yang diselenggarakan di lapangan futsal SMP Muhammadiyah 9 Mojo, Jojoran, Surabaya ini dihelat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah yang mengusung tema nasional “Bersama Satukan Bangsa”.
Turnamen olahraga ini diikuti oleh 17 kontingen PCM se-Kota Surabaya yang siap bertanding mengusung semangat sportivitas, antara lain:
- PCM Tandes
- PCM Karangpilang
- PCM Genteng
- PCM Sawahan
- PCM Wiyung
- PCM Krembangan
- PCM Wonokromo
- PCM Ngagel
- PCM Tambaksari
- PCM Pabean Cantikan
- PCM Kenjeran
- PCM Mulyorejo
- PCM Semampir
- PCM Sukolilo
- PCM Gubeng
- PCM Bubutan
- PCM Simokerto
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan PDM Kota Surabaya, di antaranya Sekretaris PDM Surabaya Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd., serta jajaran Wakil Ketua PDM Surabaya H. M. Arif An, S.H., Drs. H. Hamri Al Jauhari, M.Pd.I., Drs. H. Marjuki, M.A., Drs. H. Mohammad Lutfi, M.Pd., dan H. M. Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd.
Tidak sekadar mengejar piala dan kemenangan, turnamen ini dirancang menjadi ruang silaturahmi yang hangat guna mempererat tali ukhuwah Islamiyah antar-pimpinan dan kader Muhammadiyah di tingkat cabang.
Penanggung Jawab (PJ) Panitia Lomba, Novi Amirul Fatah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan milad persyarikatan sejatinya tidak melulu diisi dengan kegiatan seremoni formal.
“Peringatan milad tidak selayaknya hanya diisi dengan kegiatan seremoni formal atau mimbar pidato belaka, melainkan perlu diimbangi dengan aksi nyata yang mampu mencairkan sekat-sekat formalitas,” ungkap Novi.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kebugaran fisik dan mental bagi para penggerak dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput, terlebih dalam menghadapi dinamika perkotaan yang kian kompleks.
“Melalui olahraga futsal ini, kita ingin menginternalisasi nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan kejujuran dalam suasana yang riang dan penuh kekeluargaan. Sebagaimana prinsip ‘Al-‘Aqlus Salīm fī al-Jismis Salīm’ (akal yang sehat terdapat pada raga yang sehat), ketahanan mental dan kebugaran fisik para pimpinan cabang sangat dibutuhkan untuk menjaga ritme dakwah di tengah kompleksitas tantangan Kota Surabaya,” tambahnya.
Melalui turnamen ini, PDM Surabaya berharap nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas dapat terus mengakar tajam, sehingga gerakan tajdid dan dakwah Muhammadiyah di Kota Surabaya senantiasa bergerak lincah, bergembira, dan menyatukan seluruh elemen bangsa. (yupan)





