
Surabaya, wartapoint — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) resmi memiliki nahkoda baru untuk periode 2026–2027. Dalam Musyawarah Ranting (Musyran) yang digelar di Aula Buya Hamka pada Jumat (9/10/2026), Muhammad Lubabul Hadziq terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum.
Dalam menjalankan roda organisasi satu periode ke depan, Lubabul akan didampingi oleh Anisah sebagai Sekretaris dan Meilina sebagai Bendahara. Penetapan struktur inti kepengurusan tersebut dicapai melalui hasil mufakat sembilan tim formatur terpilih, yaitu: Lubabul Hadziq, Nafisa, Seno, Arif, Sabria, Salsa, Meilina, Anisah, dan Nailah.
Mengusung tema “Menguatkan Fondasi, Merangkul secara Kolektif, Terbang Meluas Membawa Kebermanfaatan”, Musyran tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan. Forum tertinggi tingkat ranting tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), mengevaluasi program kerja periode sebelumnya, serta merumuskan arah gerak strategis IPM SMAMSA ke depan.
Komitmen Pembenahan dan Penguatan Visi
Ditemui usai penetapan, Muhammad Lubabul Hadziq yang juga aktif sebagai jurnalis sekolah menyampaikan komitmennya untuk membangun konsep organisasi yang matang melalui pendekatan kolektif.
“Saya masih perlu berdiskusi dengan seluruh kader PR IPM SMAMSA. Saya ingin memastikan visi dan misi ini terkonsep dengan matang sebelum direalisasikan dalam program kerja,” ujar Lubabul optimistis.
Proses regenerasi ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PR IPM SMAMSA periode 2025–2026, Kalilah Rahfi Tufaila. Mengingat kepengurusannya telah melalui berbagai dinamika—termasuk upaya mengembalikan marwah organisasi dan menjaga keaktifan kader—Kalilah berharap kepengurusan baru dapat langsung bergerak melanjutkannya.
”Harapan saya tentu menjadi lebih baik dari sebelumnya karena kita sudah berbenah. Mereka tidak mulai dari nol, jadi kami ingin mereka bisa membawa IPM terbang lebih tinggi,” tutur Kalilah.
Pesan Kepemimpinan dan Ruang Pembelajaran Kader
Harapan senada disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, Moch. Yulianto, S.Pd., mengingatkan pentingnya memilih kepemimpinan berdasarkan kualitas karakter dan kompetensi.
”Pemilihan ketua harus melihat prospek kerjanya, pemikiran yang luas, serta memiliki akhlak yang baik di dalam maupun di luar sekolah,” tegas Yulianto.
Sementara itu, Pembina IPM SMAMSA, Sahru, S.Pd., berharap momentum Musyran ini dapat menjadi titik awal yang solid bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah organisasi.
Bagi para siswa, dinamika persidangan di dalam Musyran memberikan kesan mendalam sebagai sarana belajar menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan. Elang, salah satu peserta Musyran, mengaku mendapat pengalaman berharga selama forum berlangsung.
”Ini pengalaman baru yang luar biasa bagi saya. Harapan saya, ketua umum terpilih bisa membawa Pimpinan Ranting SMAMSA semakin jaya,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2027, PR IPM SMAMSA kini siap melangkah melanjut penataan internal, memperkuat keterlibatan kader, serta merealisasikan program-program kerja yang membawa kebermanfaatan nyata bagi seluruh warga sekolah.
Penulis: Carisa





