
Surabaya, wartapoint – Kreativitas dan kemandirian ditunjukkan oleh salah satu jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya, Zahratul Abdillah. Berawal dari tugas individu yang diberikan oleh gurunya, Ustadzah Anik, Zahra berhasil membuat es lilin (es kucir) beraneka rasa yang justru memikat minat pembeli.
Kegiatan pembuatan es lilin tersebut dilakukan Zahra pada Sabtu (17/10/2026) di rumahnya. Sebelum mulai meracik, Zahra mempersiapkan sendiri bahan-bahan yang dibutuhkan. Khusus untuk membeli plastik es kucir, ia ditemani oleh kedua orang tuanya.
Dukungan hangat dari keluarga menjadi penyemangat tersendiri baginya. “Selamat berkreasi, ya,” ucap Papa Zahra sebelum bepergian bersama Mama. Dengan penuh semangat, Zahra menyambut pesan tersebut dengan mengacungkan jempol tanda siap beraksi.
Mandiri Meracik 4 Varian Rasa
Hebatnya, proses pembuatan es kucir ini dilakukan Zahra seorang diri tanpa bantuan orang lain. Ia meracik resep lezat dengan memadukan susu krimer dan susu kental manis sebagai bahan dasarnya.
Tidak asal buat, Zahra memilih empat varian rasa kekinian berdasarkan permintaan dari teman-temannya, yaitu:
- Cokelat
- Stroberi
- Permen Karet (Bubble Gum)
- Matcha
Dari masing-masing varian rasa, Zahra berhasil menghasilkan 4 buah es kucir yang segar dan menggoda.
Kaget Mendapat Pesanan Pertama
Setelah semua es kucir selesai dibuat dan dibekukan, Zahra mengunggah foto karya es lilinnya ke status WhatsApp. Tanpa disangka-sangka, unggahan tersebut memancing respons positif.
Seorang kakak kelas langsung mengirimkan pesan singkat kepadanya, “Zahra, aku mau beli dong.”
Zahra mengaku sempat terkejut karena sejak awal ia tidak berniat untuk menjual es kucir tersebut. Namun, peluang itu ia sambut dengan senang hati.
”Sebenarnya kaget karena tidak ada niat menjualnya. Tapi karena ada sisa lebih, ya tidak apa-apa dijual untuk nambah-nambah uang jajan,” tutur Zahra.
Tidak tanggung-tanggung, sang kakak kelas langsung memesan 3 varian rasa sekaligus. Tugas sekolah yang semula hanya untuk memenuhi kewajiban dari guru, kini justru menjadi pengalaman belajar berwirausaha (entrepreneurship) yang menyenangkan bagi Zahra.
Laporan oleh: Zahratul Abdillah (Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya)





