
Lamongan, wartapoint — Anggota DPR RI, Ahmad Labib, mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menghafal, melainkan benar-benar mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tegas tersebut ia sampaikan dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bertajuk “Pemuda sebagai Pilar Bangsa: Memperkuat Persatuan dan Kesatuan melalui Pengamalan 4 Pilar Kebangsaan” yang berlangsung di Lamongan Kota, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 150 pemuda dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lamongan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tingkat tapak.
Pemuda Sebagai Penentu Masa Depan Bangsa
Dalam sambutannya, Ahmad Labib menegaskan bahwa di tengah derasnya arus perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda merupakan elemen paling vital dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Nilai-nilai kebangsaan harus dipahami dan diamalkan secara nyata, bukan sekadar menjadi teori atau hafalan semata. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas Ahmad Labib.
Materi sosialisasi mencakup empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu:
- Pancasila
- UUD NRI Tahun 1945
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Bhinneka Tunggal Ika
Keempat pilar ini dipaparkan sebagai fondasi utama dalam membangun kesadaran berbangsa serta memperkokoh persatuan nasional.
Mendorong Pancasila Menjadi Aksi Nyata
Menurut Ahmad Labib, pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan konkret di tengah masyarakat. Sikap saling menghormati, mengedepankan musyawarah, menumbuhkan rasa kepedulian sosial, serta menyelesaikan persoalan dengan cara damai adalah cerminan nyata dari nilai-nilai Pancasila.
”Perbedaan adalah keniscayaan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Yang paling penting untuk terus kita jaga adalah semangat persaudaraan, saling menghargai, dan kesediaan untuk bekerja sama. Dengan begitu, persatuan tidak berhenti sebagai slogan semata, tetapi benar-benar hidup dalam bermasyarakat,” tambahnya.
Menjadikan Keberagaman Sebagai Kekuatan Daerah
Dalam konteks lokal, semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat diterjemahkan ke dalam berbagai inisiatif positif di Kabupaten Lamongan, seperti:
- Kegiatan sosial dan gotong royong warga.
- Pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
- Pelestarian seni dan budaya lokal.
- Aksi kepemudaan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Keberagaman latar belakang, pandangan, maupun budaya diharapkan tidak menjadi sekat pemisah, melainkan modal sosial untuk memperkuat kemajuan daerah.
Pesan Khusus Bijak Berteknologi di Era Digital
Menutup pemaparannya, Ahmad Labib memberikan perhatian khusus pada tantangan generasi muda di era digital, utamanya dalam menghadapi paparan informasi di media sosial. Ia berpesan agar para pemuda senantiasa bersikap kritis, memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya, dan menghindari penyebaran provokasi maupun ujaran kebencian.
Sebaliknya, teknologi dan media sosial hendaknya dimanfaatkan secara produktif untuk menyebarkan narasi positif, mempromosikan potensi daerah Lamongan, serta membangun ruang dialog yang sehat dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, 150 peserta pemuda Lamongan diharapkan mampu menjadi agent of change yang membawa energi positif serta menularkan semangat 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan keluarga, organisasi, hingga masyarakat luas demi mendukung pembangunan daerah dan nasional. (Muriyono)





