Semangat Dua Siswi Mumtas Persiapkan Kemah Hizbul Wathan: Dari Cat Tongkat hingga Latihan Semaphore

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan kemandirian ditunjukkan oleh dua siswi SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Azza dan Vionara. Keduanya kompak mempersiapkan diri menjelang kegiatan Kemah Hizbul Wathan (HW) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026 mendatang.

​Pada Ahad (18/10/2026), Azza dan Vionara memanfaatkan waktu libur mereka untuk berlatih bersama di kediaman Azza, yang berlokasi di kawasan Platuk Tauladan Nomor 15, Surabaya. Keduanya bahu-membahu merapikan perlengkapan kemah, mulai dari mengecat tongkat hingga mengasah keterampilan semaphore.

​Berbagi Tugas, Mewarnai Tongkat hingga Isyarat Bendera

​Sejak pagi, suasana keakraban tampak menyelimuti halaman rumah Azza. Dengan penuh semangat, kedua siswi tersebut mengolah tongkat kayu yang semula polos menjadi lebih estetik dan siap pakai untuk aktivitas kepanduan.

​Tidak hanya fokus pada estetika peralatan, di sela-sela proses pengeringan cat tongkat, Azza dan Vionara langsung mengambil bendera untuk melatih gerakan semaphore. Latihan isyarat bendera ini dilakukan secara bergantian guna memperlancar penyampaian pesan komunikasi khas kepanduan Hizbul Wathan.

​Bagi mereka, kolaborasi di luar jam sekolah ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sarana belajar mandiri yang dibalut dengan suasana menyenangkan.

​Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Karakter Positif

​Azza mengungkapkan rasa gembiranya bisa melewati proses persiapan kemah ini mendampingi sahabatnya. Menurutnya, persiapan matang menjadi kunci utama agar tampil percaya diri saat agenda kemah berlangsung.

“Senang sekali bisa mengecat tongkat dan latihan semaphore bersama Vionara. Kami ingin mempersiapkan semuanya dengan baik supaya nanti saat kemah bisa mengikuti kegiatan dengan semangat dan percaya diri,” ujar Azza.

​Senada dengan Azza, Vionara mengakui bahwa belajar kelompok secara mandiri membuat proses menghafal gerakan semaphore terasa jauh lebih mudah dan tidak membosankan.

​”Aku senang bisa bekerja sama dengan Azza. Kami bisa belajar mengecat tongkat, menghafal gerakan semaphore, dan saling membantu kalau ada yang belum bisa. Semoga nanti saat kemah kami bisa melakukan semuanya dengan baik,” tutur Vionara.

​Memupuk Kemandirian Sejak Dini

​Bagi kedua murid SD Mumtas tersebut, Kemah Hizbul Wathan bukan hanya ajang rekreasi atau berkumpul dengan kawan sebaya. Lebih dari itu, momentum ini dipandang sebagai wadah penempaan karakter agar menjadi pribadi yang lebih mandiri, berani, disiplin, serta mampu menjalin kerja sama tim secara solid.

​Inisiatif yang ditunjukkan oleh Azza dan Vionara membuktikan bahwa proses pembentukan karakter anak tidak terbatas di dalam ruang kelas. Melalui dukungan lingkungan keluarga dan motivasi belajar yang tinggi, halaman rumah pun mampu bertransformasi menjadi ruang tumbuh bagi keterampilannya.

​Kedua siswi ini berharap seluruh rangkaian Kemah HW pada akhir Oktober mendatang dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan pengalaman berharga yang berkesan bagi seluruh peserta.

​Laporan Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya:

Azza (Siswi SD Mumtas)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article