
Surabaya, wartapoint – Pembentukan karakter religius dan jiwa kepemimpinan dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil di sekolah. Hal inilah yang ditunjukkan oleh para siswa pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) SD Muhammadiyah 10 Surabaya.
Secara aktif, para kader muda ini turun langsung mendampingi pelaksanaan ibadah salat berjamaah rekan-rekannya di Masjid A. Yani, masjid yang berlokasi tepat di depan gedung sekolah mereka. Pendampingan ini mencakup rangkaian ibadah rutin, mulai dari salat Duha, Zuhur, hingga Asar.
Pada pelaksanaan kegiatan ibadah pada Senin (19/10/2026), Ustaz Moch. Ali bertindak sebagai imam untuk salat Zuhur dan Asar berjamaah.
Pelajar Jadi Teladan Kelancaran Ibadah
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, sejumlah pengurus IPM SD Muhammadiyah 10 Surabaya bertugas memastikan ketertiban dan kekhusyukan jamaah. Mereka yang bertugas antara lain Dzikri (Ketua IPM), Alkalifi, Abdurahman, serta Leonard Assha Alfath yang akrab disapa Leo.
Pendampingan oleh pengurus IPM ini bertujuan untuk membantu kelancaran pelaksanaan ibadah sekaligus membiasakan para murid agar tertib dan tepat waktu saat menunaikan salat.
Melalui peran aktif ini, sekolah berharap dapat menanamkan nilai-nilai karakter penting kepada peserta didik, seperti:
- Disiplin dalam menepati waktu ibadah
- Rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban
- Kepedulian dan kebersamaan antar sesama siswa
Cetak Generasi Berakhlak Mulia dan Berjiwa Pemimpin
Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari visi IPM SD Muhammadiyah 10 Surabaya dalam mewujudkan generasi pelajar Muslim yang berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Untuk mencapai visi tersebut, para anggota IPM tidak sekadar mengatur barisan salat, tetapi juga berupaya memberikan teladan langsung (uswah hasanah). Momen ini sekaligus menjadi wadah bagi para pengurus IPM untuk melatih jiwa kepemimpinan serta menciptakan suasana sekolah yang religius dan kondusif.
Melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh pengurus IPM, nilai-nilai keislaman diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan masjid sekolah, melainkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari para siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
Laporan Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya: Leonard Assha Alfath (Leo)





