
Surabaya, wartapoint — Langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an, dan menanamkan nilai-nilai kepesantrenan, SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD MuhlaS) menggelar program perdana MuhlaS Boarding Class (MBC) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini dihelat pada Jumat hingga Sabtu, 30–31 Oktober 2026, dan diikuti oleh 100 siswa putra dan putri.
Mengusung tema “Menguatkan Hafalan, Mendalami Pemahaman, Meneguhkan Adab dan Kepribadian Santri”, program ini dirancang sebagai wadah terpadu. Selain berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik dan keagamaan, MBC juga menjadi sarana strategis untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta mempererat kebersamaan antarpeserta didik.
Antusiasme Tinggi dan Proyeksi Jangka Panjang
Kepala SD MuhlaS, Mursiah, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan rasa syukur atas tingginya minat peserta didik terhadap program perdana ini. Meskipun kapasitas awal yang tersedia diperuntukkan bagi 100 siswa, jumlah pendaftar—termasuk dari luar kelas Tahfidz—sebenarnya jauh lebih banyak.
”Kami mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ini bukan sekadar kegiatan menginap bersama, melainkan momentum emas untuk memperkuat hafalan, memperdalam pemahaman agama, serta membentuk adab dan kepribadian sebagai seorang santri,” ujar Mursiah.
Melihat antusiasme tersebut, Mursiah juga mengumumkan rencana pengembangan program MBC dengan konsep boarding berkelanjutan yang dijadwalkan mulai bergulir pada Tahun Ajaran 2027/2028. Pada tahap awal, program tersebut diproyeksikan khusus bagi 20 santri putra terpilih dari kelas IV dan V.
Para santri nantinya tidak hanya mendapatkan pengalaman uji coba kehidupan pesantren, tetapi juga fasilitas penunjang yang komprehensif. Mulai dari tempat tidur yang nyaman, menu makanan terencana, layanan laundry, sarana olahraga, hingga pembinaan lintas bidang kompetensi seperti Bahasa Arab, Matematika, Bahasa Indonesia, Sains, dan keislaman.
Rangkaian Aktivitas Padat dan Edukatif
Rangkaian kegiatan MBC dirancang secara padat dan seimbang antara aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Hari pertama (Jumat) diawali dengan registrasi, salat Asar berjamaah, orientasi program bersama Ustaz Ahmad Mujaddid, serta penandatanganan kontrak belajar santri.
Agenda berlanjut dengan halaqah ziyadah hafalan Al-Qur’an bersama Tim Tahfidz, pembiasaan hidup bersih, hingga salat Magrib dan Isya berjamaah. Peserta kemudian mengikuti halaqah kepesantrenan bertema “Adab dan Kemandirian Menjadi Santri” yang dibawakan oleh Ustaz Jauhar Fuadi. Pada malam harinya, suasana semakin mendalam melalui kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah mengenai tata cara salat sesuai tuntunan Rasulullah, sebelum ditutup dengan setoran hafalan malam.
Suasana pesantren kian terasa pada Sabtu dini hari melalui kegiatan qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, kultum, serta halaqah hadis yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, niat lurus, berkata baik, serta berbakti kepada orang tua dan guru. Di sesi ini, para santri juga dilatih berbicara di depan umum melalui praktik penyampaian kultum.
Selepas piket asrama, sarapan pagi, dan salat Duha, peserta mengikuti tadabbur huffadz serta melakukan room tour edukatif ke perguruan tinggi STITKI Ar Rahmah didampingi mahasiswa setempat.
Kolaborasi dan Refleksi Akhir
Menjelang siang, para peserta mengikuti halaqah proyek santri berkarakter. Seluruh siswa berkolaborasi menyusun komitmen amalan harian, membuat poster adab, serta mempresentasikan hasil diskusi kelompok guna mentransformasikan nilai-nilai teori menjadi kebiasaan positif sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada Sabtu siang setelah pelaksanaan halaqah ziyadah terakhir, salat Zuhur berjamaah, serta sesi refleksi bersama Ustaz Ahmad Mujaddid.
Melalui penyelenggaraan program perdana ini, SD MuhlaS kian meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan unggul. Sekolah tidak sekadar mengejar prestasi akademik, melainkan mencetak generasi Qur’ani yang memiliki hafalan kuat, pemahaman agama yang kokoh, akhlak mulia, serta kemandirian mental dalam menghadapi tantangan masa depan. (Muriyono)





