SMK Mudisa Surabaya Tapaki Turki, Serap Budaya Kerja Global dan Peluang Kuliah Luar Negeri

Must read

- Advertisement -

Turkey, wartapoint — SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) tidak hanya menjajaki peluang studi lanjut ke luar negeri bagi para siswanya, tetapi juga menyerap budaya kerja dan etos profesional berstandar internasional melalui kunjungan kerja ke Karabük University, Turki, Kamis (5/11/2026).

​Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi sekolah vokasi tersebut dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.

​Pelajari Lingkungan Pendidikan Multikultural

​Dalam kunjungan tersebut, Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, bertemu langsung dengan Wakil Rektor Karabük University, Prof. Dr. Ismail Rakip. Pertemuan itu membahas penguatan kompetensi siswa, penguasaan teknologi, bahasa asing, hingga adaptasi budaya lintas negara.

​Karabük University sendiri saat ini menampung sekitar 40.000 mahasiswa, dengan lebih dari 11.000 di antaranya merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari hampir 100 negara.

​Irvandy menilai, lingkungan multikultural tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan tinggi mampu membentuk generasi yang terbuka, mandiri, dan adaptif. Pengalaman ini dinilai penting untuk ditransformasikan ke dalam lingkungan pembelajaran SMK.

​Terapkan Enam Nilai Utama Budaya Kerja

​Dari hasil kunjungan tersebut, SMK Mudisa berkomitmen untuk memperkuat enam nilai utama budaya kerja internasional kepada para siswanya sejak di bangku sekolah:

  • ​Disiplin: Ketepatan waktu dan rasa tanggung jawab terhadap tugas.
  • ​Profesionalisme: Bekerja sesuai standar kompetensi dan etika profesi.
  • ​Inovasi: Keberanian dalam berinovasi dan mengembangkan teknologi.
  • ​Kerja Sama Tim (Teamwork): Kemampuan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural.
  • ​Integritas: Menjunjung tinggi kejujuran dan sikap amanah.
  • ​Pola Pikir Global (Global Mindset): Memiliki wawasan luas dan fleksibilitas adaptasi di tingkat internasional.

​Irvandy menegaskan, tantangan dunia industri saat ini tidak lagi hanya menuntut keahlian teknis (hard skills), tetapi juga karakter dan kemampuan adaptasi yang kuat.

​”Kami ingin siswa SMK Mudisa memiliki wawasan yang lebih luas. Dunia kerja tidak hanya berada di Surabaya atau Indonesia, peluang karier terbuka hingga tingkat internasional,” ujar Irvandy kepada media wartapoint.id via WhatsApp.

​Ia menambahkan, pembiasaan budaya industri, penguasaan bahasa asing, serta perluasan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) akan terus ditingkatkan sekembalinya dari Turki.

​Integrasi Karakter Muhammadiyah dan Etos Kerja Global

​Melalui program penyerapan budaya kerja ini, SMK Mudisa berupaya memadukan nilai-nilai pendidikan Islami khas Muhammadiyah—seperti ketaqwaan, akhlak mulia, dan kejujuran—dengan tuntutan etos kerja modern.

​Pihak sekolah berharap integrasi ini dapat melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu melanjutkan studi, berwirausaha, hingga berkarier di tingkat internasional. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article