Empat Siswi SD Muhammadiyah 16 Surabaya Raih Medali Emas di NYIIA dan WYIIA 2026 Berkat Inovasi Pendeteksi Sesak Napas

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan dasar Indonesia. Empat siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Surabaya, sukses meraih medali emas dalam ajang National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) dan World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 yang dihelat di Universitas Brawijaya, Malang.

​Keberhasilan ini melengkapi catatan gemilang mereka setelah sebelumnya sukses menyabet medali perak di kancah internasional pada ajang Japan Design Idea and Invention Expo (JDIE) di Osaka, Jepang.

​Dalam kompetisi yang berlangsung pada 2 hingga 6 November 2026 tersebut, keempat siswi yang terdiri atas Leanna Sharisa Chafid, Noura Malia, Queenalesha Orlin Ramadhani, dan Nasyitha Aqila Humaira mengandalkan karya inovasi bertajuk ASEK (Shortness of Breath Detector).

​Suasana haru dan bangga menyelimuti tim saat pengumuman pemenang diumumkan dalam Awarding Ceremony pada Kamis (5/11/2026).

​Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam dua ajang bergengsi ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswi untuk mengasah keberanian serta kemampuan mempresentasikan karya di hadapan dewan juri lintas daerah dan negara.

​”Setelah sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Silver Medal di Osaka, Jepang, kini mereka kembali menunjukkan kemampuan inovasinya di Universitas Brawijaya, Malang,” ujar Suyono.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Urusan Kesiswaan SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ira Nurmasari, S.Pd., menilai konsistensi para siswi membuktikan bahwa ruang untuk berinovasi terbuka lebar sejak usia dini.

​”Dari Osaka hingga Malang, mereka terus membawa semangat berkarya, berani mencoba, dan memperkenalkan gagasan di panggung internasional. Melalui ASEK, mereka membuktikan kreativitas dapat tumbuh sejak bangku sekolah dasar,” tutur Ira.

​Apresiasi turut disampaikan oleh jajaran manajemen sekolah, termasuk Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah, Heru Tjahyono, serta bendahara sekolah, Agustiningsih, SE., yang hadir langsung mendampingi para siswi dalam Awarding Ceremony di Malang.

​”Selamat atas prestasi kalian. Ini adalah hadiah terindah dalam setiap proses pembelajaran yang menyenangkan,” ucap Heru.

​Bagi keempat siswi tersebut, deretan medali dari Osaka hingga Malang bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan bagian dari proses pembelajaran panjang yang mendorong keberanian anak-anak bangsa untuk terus bereksperimen, menguji kreativitas, dan melahirkan karya solutif berdaya saing global. (Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article