Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran kembali meneguhkan komitmen kaderisasinya dengan menggelar kegiatan Baitul Arqom bagi pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah pada Kamis (12/03/2026). Bertempat di lingkungan Kenjeran, kegiatan ini menjadi instrumen vital dalam penguatan ideologi serta penyelarasan visi perjuangan persyarikatan.
Hadir sebagai narasumber utama, M. Ernam, Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Jawa Timur. Dalam sesi materinya, beliau mengupas tuntas mengenai profil ideal kader Muhammadiyah yang harus dimiliki oleh setiap pegawai AUM.
Kader: Ujung Tombak Dakwah dan Tajdid
M. Ernam menekankan bahwa seorang kader Muhammadiyah bukan sekadar pekerja profesional, melainkan pejuang yang bersedia mewakafkan sumber dayanya—baik tenaga, pikiran, keahlian, hingga harta—untuk keberlangsungan dakwah.
“Kader Muhammadiyah adalah mereka yang memberikan kontribusi nyata, menguatkan amal usaha, dan memastikan estafet perjuangan terus berjalan di masa depan,” tegasnya.
Ia merinci bahwa, kontribusi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Secara fisik, kader berperan sebagai penggerak organisasi dan pengelola AUM yang profesional. Secara materi, kader diharapkan memiliki jiwa kedermawanan untuk menyokong operasional dakwah.
8 Karakter Dasar Kader Unggul
Lebih lanjut, Ernam membedah delapan kualitas kepribadian yang wajib melekat pada diri kader Muhammadiyah sebagai fondasi dalam berjuang:
- Al-Itqan: Kesempurnaan dan profesionalisme dalam bekerja.
- Al-Ihsan: Selalu berupaya memberikan hasil terbaik.
- Al-Mujahadah: Kerja keras dan kesungguhan yang tak kenal lelah.
- Tanafus & Ta’awun: Berlomba dalam kebaikan namun tetap saling tolong-menolong.
- Al-‘Ashr: Kedisiplinan tinggi terhadap waktu.
- Shidiq & Amanah: Menjunjung tinggi kejujuran dan kepercayaan.
- Tabligh: Komunikatif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
- Fathonah: Cerdas, tangkas, dan inovatif dalam mencari solusi.
Harapan PCM Kenjeran
Melalui momentum Baitul Arqom ini, PCM Kenjeran menaruh harapan besar agar seluruh pegawai AUM dan Aisyiyah dapat bertransformasi. Tidak hanya cakap secara administratif atau teknis, tetapi juga tumbuh menjadi kader yang militan, berintegritas, dan siap berkhidmat sepenuhnya demi kemajuan persyarikatan.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan tekad bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai “Islam Berkemajuan” dalam setiap aktivitas pekerjaan di lingkungan Muhammadiyah Kenjeran. (Fu’adah)






