Menilik Jejak Langkah PCM Asemrowo: Dari Ranting Tunggal hingga Menjadi Pusat Dakwah Berkemajuan di Surabaya

Must read

Surabaya, wartapoint — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Asemrowo terus memperkuat perannya sebagai pusat dakwah Islam berkemajuan di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Berawal dari sebuah ranting tunggal, organisasi keagamaan ini berkembang pesat melalui penguatan amal usaha dan pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

​Catatan sejarah menunjukkan, sebelum berdiri sebagai cabang mandiri, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Asemrowo merupakan ranting pertama sekaligus tunggal di Kecamatan Asemrowo. Pada masa awal pembentukannya, PRM Asemrowo berada di bawah binaan langsung PCM Krembangan yang kala itu dipimpin oleh H. Arifan, S.H., dan Sutikno, S.Sos. Pelantikan pengurusnya digelar secara bersejarah di Lapangan Tambak Asri, Surabaya.

​Langkah awal dakwah diawali dengan pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pertama berupa masjid. Peletakan batu pertama fasilitas ibadah tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini. Momentum peresmian dipadukan dengan pengajian, bakti sosial, serta layanan pengobatan gratis yang menjangkau sekitar 450 warga setempat.

​Sinergi Kepemimpinan dan Penguatan Ranting

​Memasuki periode 2022–2027, PCM Asemrowo dipimpin oleh Khoirul Hidayat, S.E. Di bawah kepemimpinannya, organisasi menetapkan visi untuk meletakkan PCM Asemrowo sebagai pusat dakwah yang unggul, mandiri, dan berkemanfaatan melalui penguatan ranting, amal usaha, serta pemberdayaan kader.

​Perkembangan PCM Asemrowo tak lepas dari fondasi yang diletakkan para tokoh terdahulu, seperti Hj. Hindun Marita, H. Subakin, H. Siamin, Wasno, dan H. Ngatimin. Saat ini, pergerakan organisasi didorong oleh sinergi lintas elemen, mulai dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Asemrowo dan PRA Genting, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), hingga berbagai organisasi otonom (ortom) lainnya.

​Pengelolaan Amal Usaha Terpadu

​Untuk menopang kemandirian dan efektivitas pergerakan, PCM Asemrowo mengelola sejumlah AUM strategis yang terpusat di kawasan Jalan Tambak Dalam Baru, Surabaya:

  • Masjid Al-Qolam: Berfungsi sebagai pusat ibadah, kajian keagamaan, dan pembinaan jamaah. salah satu pilar kegiatannya adalah kajian rutin setiap Senin malam (ba’da Maghrib) yang diampu oleh Ustadz Ali Junaidi, S.H.I.
  • Panti Asuhan Tahfidzul Qur’an Al-Qolam: Lembaga sosial dan pendidikan yang fokus pada pembinaan karakter, prestasi, serta kemandirian generasi muda.
  • Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK): Mengembangkan usaha berbasis komunitas, salah satunya unit kafe yang berfungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat sekaligus ruang interaksi sosial.

​Arah Strategis Organisasi

​Menghadapi tantangan ke depan, PCM Asemrowo merancang sejumlah target prioritas. Fokus utama organisasi meliputi penyelesaian kelengkapan perizinan operasional Panti Asuhan, reaktivasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid Al-Qolam, optimasi pengelolaan AUM, serta penguatan proses kaderisasi untuk menjamin keberlanjutan roda organisasi.

​Melalui penguatan struktur internal dan keterlibatan aktif dalam masalah sosial masyarakat, PCM Asemrowo berupaya menjaga konsistensi peran dakwah yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga di kawasan Surabaya Barat. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article