Jurnalis Cilik Temui Menteri, Literasi Sekolah Kreatif Baratajaya Hadir di Panggung Nasional

Must read

Surabaya, wartapoint – Budaya literasi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya kembali mendapat ruang di panggung nasional. Tiga anggota Komunitas Jurnalis Cilik IPM KIDS berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menjelang pelaksanaan Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur bertema “Transformasi Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mewujudkan Sumber Daya Unggul Berkemajuan” di Aula Mas Mansyur, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Sejak pukul 12.00 WIB, Raih Harmonia Ilmi (V Al-Kindi), Namia Aleesya Oxavia (Sasya) (VI Buya Hamka), dan Alanna Dzakira Tiranda (VI Siti Walidah) telah menunggu kedatangan Menteri. Kesabaran mereka selama hampir satu jam akhirnya terbayar ketika Abdul Mu’ti menyempatkan diri berhenti sebelum memasuki ruang acara.

Setelah memperkenalkan diri sebagai jurnalis cilik SD Muhammadiyah 16 Surabaya, ketiganya bergantian mengajukan pertanyaan.
Sasya membuka sesi wawancara dengan menanyakan pesan Menteri bagi kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
“Nasihat apa yang Bapak Menteri berikan kepada kader IPM yang kelak menjadi pemimpin masa depan?” tanya Sasya.

Abdul Mu’ti menjawab dengan tiga pesan yang menurutnya harus dipegang oleh setiap pelajar.
“Pertama, jadilah anak yang bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita,” ujarnya.
Ia kemudian melanjutkan,
“Kedua, sabar. Ketiga, jadilah anak yang sukses dengan ilmu dan doa orang tua.”

Menteri juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter.
“Percaya diri, rajin belajar, hiduplah sederhana, dan jangan berlebihan,” pesannya.

Suasana wawancara berubah menjadi lebih akrab ketika Abdul Mu’ti justru balik mewawancarai ketiga siswa.
“Sekarang saya ingin tahu, apa cita-cita kalian?” tanyanya.
Raih menjawab ingin menjadi dokter.
“Saya ingin menjadi dokter,” katanya mantap.
Sasya mengaku bercita-cita menjadi pengusaha.
“Saya ingin menjadi pengusaha,” ujarnya.
Sementara Alanna memilih dunia seni sebagai masa depannya.
“Saya ingin berkarya di bidang art and design,” jawab Alanna.

Jawaban tersebut disambut candaan ringan dari Abdul Mu’ti.
“Kok tidak ada yang ingin menjadi Menteri Pendidikan Dasar?” ucapnya sambil tersenyum, yang langsung mengundang tawa para peserta.
Sebelum mengakhiri pertemuan, ketiga jurnalis cilik menyerahkan medali emas sebagai bentuk apresiasi dari keluarga besar SD Muhammadiyah 16 Surabaya kepada Abdul Mu’ti.

Menteri menerima penghargaan tersebut dengan hangat, kemudian melanjutkan langkah menuju Aula Mas Mansyur bersama Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Sulthon Amin, Ir. Tahmid Masyudi, Dr. Sholikin Fanani, drh. Zainul Muslimin, Dr. Hidayatullah, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., Prof. Biyanto, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur.

Bagi Raih, Sasya, dan Alanna, kesempatan berdialog dengan Menteri menjadi pengalaman yang memperkaya perjalanan mereka sebagai jurnalis cilik. Mereka tidak hanya belajar menyusun pertanyaan dan melakukan wawancara, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana seorang pemimpin nasional menyampaikan pesan pendidikan dengan hangat, sederhana, dan penuh inspirasi.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya tidak berhenti di ruang kelas. Melalui Komunitas Jurnalis Cilik IPM KIDS, peserta didik diberi ruang untuk belajar bertanya, mendengar, menulis, dan mendokumentasikan peristiwa secara langsung sebagai bekal menjadi generasi yang kritis, komunikatif, dan berkarakter.
(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article