Recharge Spiritualitas: Upaya SDM 26 Surabaya Cetak ‘Great Teacher’ Berjiwa Rabbani

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Di tengah derasnya arus transformasi digital di dunia pendidikan, SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi terdalam para pendidiknya: Spiritualitas.

​Melalui Kajian Ramadhan 1447 H bertajuk “Be A Great Teacher”, sekolah yang berlokasi di kawasan Keputih ini menggelar momentum “recharge” bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Perhelatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15 Maret 2026), menjadi kawah candradimuka untuk menyelaraskan profesionalitas dengan ketulusan hati.

Sinergi Manajemen dan Ketulusan Hati

​Menjadi seorang pendidik yang hebat ternyata tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Hal ini ditegaskan oleh Cahyo Setyo Budiono, M.Hum., dalam sesi pembukaan. Menurutnya, manajemen yang rapi merupakan tulang punggung bagi terciptanya sekolah yang unggul (Great School).

​Namun, aspek teknis tersebut harus disempurnakan dengan motivasi spiritual. Afif Hidayatullah, M.Ak., mengajak para peserta menyelami makna profesi mereka lebih dalam. Bahwa mengajar bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah bentuk ibadah panjang yang membutuhkan niat yang kokoh agar bernilai di hadapan Sang Pencipta.

Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Barisan

​Kegiatan hasil kerja sama dengan Majelis Dikdasmen & PNF PCM Sukolilo ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan struktur organisasi. Di sela-sela kajian, dilaksanakan prosesi pengukuhan khidmat untuk beberapa posisi strategis, yaitu:

  • Wakil Ketua PCM Sukolilo
  • Kwarcab Hizbul Wathan Sukolilo
  • Kaur LKSA AR. Fachruddin

​Memasuki waktu berbuka, suasana haru dan khusyuk menyelimuti lokasi acara saat Ustadz Dikky Syadqomullah, M.HES., membedah tafsir QS. Ash-Shaff ayat 4. Ia mengingatkan bahwa perjuangan di jalan Allah, termasuk dalam dunia pendidikan, memerlukan barisan yang rapi dan solid.

Membangun Kedekatan Lewat Qiyamul Lail

​Kebersamaan para GTK tidak berhenti pada seremoni formal. Malam hari diisi dengan kegiatan yang membangun kedekatan emosional dan spiritual, mulai dari:

  1. Focus Group Discussion (FGD): Mempertajam visi pendidikan sekolah.
  2. Tahsin Al-Qur’an: Memperbaiki kualitas interaksi dengan kalam Ilahi.
  3. Qiyamul Lail dan Sahur Bersama: Puncak ritual ibadah untuk memohon keberkahan dalam mendidik.

Membawa ‘Api’ Baru ke Ruang Kelas

​Rangkaian acara ditutup dengan Kuliah Subuh saat fajar menyingsing di langit Surabaya. Panitia berharap, melalui kegiatan ini, para pendidik tidak sekadar membawa pulang kenangan, tetapi membawa “api” semangat yang baru.

“Kami ingin setiap guru kembali ke kelas dengan semangat yang telah diperbarui. Bukan hanya mengajar materi, tapi mendidik dengan hati untuk mencetak generasi Rabbani yang unggul,” ungkap perwakilan panitia saat penutupan.

​Dengan perpaduan manajemen yang tertata dan motivasi spiritual yang mengakar, SDM 26 Surabaya kini bersiap melangkah lebih jauh, membuktikan bahwa guru yang hebat adalah mereka yang tak pernah berhenti belajar dan senantiasa mensucikan hati. (Elfira/Novi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article