Perkuat Sinergi Pasca-Lebaran, FKPT dan Bakesbangpol Jatim Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme pada Remaja

Must read

Surabaya, wartapoint – Momentum Idulfitri 1447 H menjadi titik awal penguatan koordinasi strategis dalam menjaga stabilitas ideologi di Jawa Timur. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi intensif ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, baru-baru ini.

​Pertemuan yang dikemas dalam suasana halal bihalal ini dipimpin langsung oleh Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, dan disambut hangat oleh Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM.

Fokus Program 2026: Ketahanan Ideologi Berbasis Masyarakat

​Dalam pertemuan tersebut, Prof. Husniyatus memaparkan capaian kinerja FKPT sepanjang tahun 2025 serta peta jalan (road map) program kerja tahun 2026. Fokus utama tahun ini adalah penguatan pencegahan radikalisme yang menyasar kalangan anak dan remaja melalui pendekatan berbasis masyarakat.

​”Kunjungan ini bukan sekadar tradisi silaturahmi, tetapi langkah konkret mempererat koordinasi kelembagaan. Kami berkomitmen menjalankan peran strategis melalui pendekatan kolaboratif. Sinergi lintas sektor adalah kunci agar program pencegahan berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Bakesbangpol Siapkan Forum Lintas Sektor pada April 2026

​Merespons paparan tersebut, Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap proaktif nya langkah FKPT. Ia menegaskan bahwa tantangan radikalisme saat ini, terutama di era digital, memerlukan penanganan komprehensif yang tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

​Sebagai langkah nyata, Bakesbangpol Jatim berencana menggelar Forum Koordinasi Lintas Sektor pada April 2026 mendatang. Forum ini akan mempertemukan berbagai instansi kunci, antara lain:

  • ​Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial
  • ​Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
  • ​FKPT Jawa Timur dan BNPT
  • ​Lembaga terkait lainnya.

​”Persoalan radikalisme yang menyasar generasi muda di media sosial membutuhkan respons cepat dan terpadu. Forum nanti akan menjadi ruang diskusi konstruktif untuk menjawab dinamika tersebut,” jelasnya.

Pendekatan Edukatif dan Kultural

​Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan radikalisme tidak boleh hanya mengandalkan aspek keamanan (security approach), tetapi harus menyentuh aspek edukatif, sosial, dan kultural. Membangun ketahanan ideologi sejak dini di kalangan remaja menjadi benteng utama dalam menghadapi sebaran paham radikal.

​Acara diakhiri dengan peninjauan fasilitas di lingkungan Bakesbangpol Jatim dan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas. Dengan semangat sinergi ini, kedua lembaga optimistis dapat menciptakan masyarakat Jawa Timur yang lebih inklusif, toleran, dan tangguh terhadap pengaruh ideologi radikal. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article