
Sidoarjo, wartapoint – SMP DAFI Sidoarjo terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kader Adiwiyata, sekolah yang berlokasi di Jalan Baitul Mustaqim, Desa Sarirogo ini mengoptimalkan fungsi lubang biopori sebagai solusi cerdas konservasi air dan pengolahan limbah organik di lingkungan sekolah.
Momentum Pasca-Lebaran
Aksi lingkungan ini kembali digerakkan pada Senin, 13 April 2026. Momentum ini dipilih oleh tim kader Adiwiyata untuk melakukan perawatan intensif terhadap titik-titik biopori yang ada, terutama setelah masa libur panjang Idul Fitri 1447 H.
Koordinator Pokja Konservasi Air, Erica Dian Risanti, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program ini telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi lahan sekolah yang membutuhkan daya serap air lebih tinggi guna mencegah genangan sekaligus memanfaatkan sampah organik agar tidak terbuang sia-sia.
”Tujuan utama kami adalah meningkatkan kemampuan tanah menyerap air dan mengurangi genangan. Namun yang tak kalah penting adalah menumbuhkan kesadaran siswa bahwa peduli lingkungan itu sangat krusial,” ujar Erica.
Edukasi dan Konservasi Berkelanjutan
Ketua Adiwiyata 2026, Riza Hary A., S.Pd., Gr., menekankan bahwa biopori memiliki fungsi ganda: sebagai sarana konservasi air sekaligus pabrik kompos alami. Dengan memasukkan sampah organik ke dalam lubang biopori, siswa dapat melihat langsung proses perubahan sampah menjadi pupuk yang bermanfaat.
Ke depannya, pihak sekolah berencana untuk:
- Melakukan perawatan rutin terjadwal.
- Menambah jumlah titik biopori di area terbuka sekolah.
- Mengintegrasikan program ini dengan pengelolaan sampah organik dan penghijauan sekolah secara menyeluruh.
Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Apresiasi tinggi datang dari Kepala SMP DAFI Sidoarjo, Uswatun Aisah, M.Pd., Gr. Beliau menegaskan bahwa biopori harus dipandang sebagai solusi nyata, bukan sekadar lubang di tanah.
”Saya berharap kegiatan ini menjadi bagian dari budaya siswa. Kami ingin SMP DAFI menjadi pelopor gerakan konservasi lingkungan yang dampaknya tidak hanya dirasakan di sekolah, tapi juga diterapkan siswa di rumah mereka masing-masing,” pungkas Uswatun.
SMP DAFI Sidoarjo kini terus melangkah menjadi sekolah yang aktif dalam gerakan konservasi, sekaligus memberikan contoh positif bagi masyarakat sekitar dalam menjaga keseimbangan alam sejak dini. (Rukhan)





