Dedikasi Tanpa Jeda, Ikhtiar SD Musix Membumikan Al-Qur’an di Hari Libur

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Deru mesin kendaraan di jalanan Surabaya cenderung melandai seiring dengan peringatan hari libur nasional, Kamis (14/5/2026). Namun, ketenangan itu tidak berlaku di lingkungan SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung, Surabaya. Alunan ayat suci dan kesibukan administratif justru menggeliat sejak pagi, menandakan aktivitas pendidikan Al-Qur’an yang tetap berjalan meski kalender berwarna merah.

​Sekolah ini memilih tetap produktif dengan menggelar dua agenda besar secara simultan: Munaqosyah Siswa Tahap II dan Sertifikasi Guru Metode Ummi. Langkah ini seolah menegaskan bahwa pembangunan karakter berbasis religi tidak mengenal kata jeda.

​Uji Kompetensi dan Kedalaman Makna

​Sebanyak 93 siswa hadir dengan persiapan matang untuk mengikuti munaqosyah atau ujian akhir jenjang. Tingkat kehadiran peserta hampir mencapai angka sempurna. Koordinator Ummi Foundation SD Musix, Faridlatul Khasanah, mencatat hampir seluruh siswa memenuhi undangan ujian, kecuali segelintir yang tengah menjalankan tugas negara di ajang nasional atau kendala kesehatan.

​Munaqosyah kali ini bukan sekadar mengejar kelancaran lisan. Di bawah koordinasi Ketua Panitia, Ustadz Syamil, para siswa dibagi ke dalam lima kelompok kategori, mulai dari Tartil hingga Turjuman.

​Pada jenjang Tartil, penguji menitikberatkan pada aspek fashahah (kefasihan) dan ketepatan tajwid. Sementara itu, kategori Turjuman menawarkan tantangan yang lebih kompleks. Siswa tidak hanya dituntut menghafal, tetapi juga wajib membedah makna ayat per kata serta menyimpulkan kandungan surat secara komprehensif.

​Persiapan batin menjadi modal utama para siswa. Muhammad Ahdan Danis, siswa kelas 4-A peserta kategori tartil, mengaku telah memantapkan materi sejak malam sebelumnya. Senada, Muhammad Zidan Almakkah dari kelas 5 ICP, melangkah ke ruang ujian Tahfidz Juz 2 dengan bekal doa restu orang tua sebagai penguat mental.

​Standardisasi Pengajar

​Di sudut lain bangunan sekolah, SD Musix juga bertransformasi menjadi pusat pengembangan profesi. Sebanyak 50 calon guru mengaji dari berbagai wilayah di Surabaya berkumpul untuk menjalani proses sertifikasi metode Ummi.

​Sertifikasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga standardisasi kualitas pengajaran Al-Qur’an di masyarakat. Dengan metode yang sistematis, para calon pendidik ini dipersiapkan agar memiliki integritas dan kompetensi yang seragam dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi mendatang.

​Pesan Konsistensi

​Kegiatan yang berlangsung di hari libur ini bukan tanpa filosofi. Keberanian SD Musix untuk tetap berkegiatan di saat instansi lain beristirahat mengirimkan pesan kuat kepada publik mengenai dedikasi pendidikan.

​Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah sebuah ikhtiar berkelanjutan. Institusi ini memandang bahwa syiar agama memerlukan konsistensi yang melampaui formalitas jam kerja atau kalender akademik. Melalui harmoni antara ujian siswa dan pengembangan guru, SD Musix sedang merajut ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang kokoh di tengah dinamika kota metropolitan.

​(Basirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article