Membangun Budaya Kepemimpinan Siswa: Sinergi Sekolah Kreatif Surabaya dan SD Avicena Jakarta

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk memperkuat pendidikan karakter. Semangat inilah yang diusung oleh Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya melalui kunjungan edukatif ke SD Avicena Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

​Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni silaturahmi, melainkan langkah strategis untuk mendalami implementasi kurikulum berbasis kepemimpinan dalam agenda bertajuk Leadership Day.

​Praktik Nyata Kepemimpinan Siswa

​Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan dari Surabaya yang dipimpin oleh Heru Tjahyono, Elly Rhodlifah, Suyono, dan Ira Pratiwi disambut oleh suasana hangat di lingkungan SD Avicena. Fokus utama kunjungan ini adalah mengobservasi secara langsung bagaimana siswa mempraktikkan kemandirian mereka.

​Dalam gelaran Leadership Day, para siswa SD Avicena tampil sebagai pemeran utama. Mereka tidak hanya menjaga stan kegiatan, tetapi juga mempresentasikan proyek mandiri dengan penuh percaya diri di hadapan para tamu.

​”Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Melalui silaturahmi pendidikan ini, kami belajar banyak tentang budaya kepemimpinan siswa dan penguatan karakter yang diterapkan di sini,” ujar Heru Tjahyono.

​Melalui observasi ini, tim pendidik melihat secara konkret bagaimana nilai-nilai tanggung jawab, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta keterampilan mengambil keputusan ditanamkan sejak usia dini. Siswa diposisikan bukan hanya sebagai subjek didik, melainkan sebagai penggerak ekosistem sekolah.

​Penguatan Konsep Leader in Me

​Sinergi kedua sekolah ini berakar pada kesamaan visi dalam menjalankan program Leader in Me (LiM). Program ini mengadopsi pendekatan tujuh kebiasaan efektif (7 Habits) untuk membangun karakter kepemimpinan siswa.

​Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam studi banding ini meliputi:

  • Budaya Disiplin: Penerapan aturan yang berangkat dari kesadaran diri siswa.
  • Pengelolaan Kelas: Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan partisipatif.
  • Komunikasi Positif: Membangun interaksi yang suportif antara guru dan murid.
  • Pemberdayaan Siswa: Melibatkan siswa dalam perencanaan hingga eksekusi kegiatan sekolah.

​Ely Rhodlifah menekankan bahwa pertukaran ide semacam ini penting untuk menjaga agar konsep kepemimpinan tetap relevan dengan tantangan zaman. “Kami mendapatkan inspirasi tentang bagaimana memberdayakan siswa agar lebih percaya diri dan bertanggung jawab atas tindakan mereka,” tambahnya.

​Menuju Ekosistem Pendidikan Berkualitas

​Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi mendalam mengenai tantangan pendidikan di era modern. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi strategis antar-institusi adalah jalan terbaik untuk menciptakan generasi masa depan yang kreatif dan berdaya saing.

​Melalui kunjungan ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi berkelanjutan. Harapannya, praktik-praktik baik yang ditemukan di Jakarta dapat diadaptasi dan dikembangkan untuk memperkaya kualitas pembelajaran di Surabaya, sekaligus mempererat jaringan komunitas penyelenggara Leader in Me di Indonesia. (Ahmad/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article