
Malang, wartapoint – Pendidikan dasar kini dituntut tidak sekadar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan adab. Semangat inilah yang diusung SD Muhammadiyah 21 Surabaya melalui transformasi institusional menuju “The Cultural School”.
Langkah strategis tersebut dimatangkan dalam Rapat Kerja (Raker) bertajuk Perumusan “8 Pondasi Karakter Plus 1” yang digelar di Spencer Green Hotel, Kota Batu, pada Rabu hingga Kamis (13–14 Mei 2026).
Membangun Ekosistem Nilai
Raker ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Seluruh guru dan karyawan terlibat aktif dalam merumuskan nilai-nilai inti yang akan menjadi napas pendidikan di sekolah tersebut. Transformasi menjadi sekolah berbasis budaya (cultural school) merupakan upaya menciptakan lingkungan di mana nilai-nilai luhur tidak hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.
”Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, melainkan tempat tumbuhnya nilai, adab, dan karakter,” ujar Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd., dalam sambutannya.
Menurut Priyo, pengembangan kualitas pembelajaran adalah sebuah keniscayaan. Melalui identitas baru sebagai The Cultural School, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap siswa yang lulus memiliki bekal akhlak yang kuat di samping kecakapan akademik.
Sembilan Pilar Utama
Hasil dari rembuk bersama tersebut melahirkan rumusan 8 Pondasi Karakter Plus 1. Rumusan ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh aspek spiritual, personal, sosial, hingga kepemimpinan siswa.
Berikut adalah rincian sembilan pondasi tersebut:
- Iman dan Taqwa: Sebagai landasan spiritual utama.
- Kemandirian: Meliputi disiplin dan tanggung jawab pribadi.
- Integritas: Kejujuran, amanah, dan kesantunan dalam bertutur kata.
- Etika Sosial: Hormat, santun, dan menjadi pendengar yang baik.
- Altruisme: Semangat suka menolong dan kemampuan bekerja sama.
- Resiliensi: Percaya diri, kreatif, serta sikap pantang menyerah.
- Kepemimpinan (Leadership): Menanamkan jiwa pemimpin sejak dini.
- Harmoni: Mengedepankan toleransi dan cinta damai.
- Plus 1 (K4): Menekankan pada aspek Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Keamanan.
Implementasi Berkelanjutan
Pondasi karakter ini nantinya tidak akan berhenti di atas kertas. Implementasinya akan diwujudkan melalui kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang mencakup pembiasaan harian, keteladanan dari staf pengajar, hingga sinergi yang intens dengan orang tua siswa.
Kegiatan raker ini juga diisi dengan refleksi mendalam mengenai budaya sekolah yang sudah berjalan serta penyusunan strategi implementasi agar nilai-nilai tersebut dapat terinternalisasi dengan baik pada diri siswa.
Melalui langkah ini, SD Muhammadiyah 21 Surabaya berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan akar karakter yang kuat. Transformasi ini menjadi babak baru bagi sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna dan humanis bagi generasi penerus bangsa.
(Devi Falachiyah I, S.Pd.I)





