Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Cetak Relawan Masa Depan, IMM Jateng-DIY Gandeng Kemendikdasmen

Must read

Magelang, wartapoint — Menjawab tantangan kebencanaan yang kian kompleks di Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah dan DPD IMM DI Yogyakarta resmi mengukuhkan Holistic IMM Care Kawan Relawan Muhammadiyah.

​Acara pengukuhan yang berlangsung di Hotel Atria, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2026), menjadi tonggak awal hilirisasi gerakan mahasiswa yang berfokus pada mitigasi dan manajemen bencana.

​Langkah strategis ini didukung langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui sinergi dua direktorat. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk mencetak generasi relawan masa depan yang tidak hanya tangguh secara mental, tetapi juga adaptif secara vokasional dan memiliki kecakapan hidup (life skills).

​Hadir dalam agenda tersebut Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd., serta Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si.

​Jihad Kemanusiaan Berbasis Kompetensi Ilmiah

​Dalam arahannya, Staf Ahli Kemendikdasmen Mariman Darto menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ranah kebencanaan saat ini harus melompat jauh ke depan. Manajemen bencana modern tidak bisa lagi dikelola secara parsial, melainkan membutuhkan kesiapan yang matang dari hulu ke hilir.

​“Peran IMM dalam penanggulangan bencana bukan sekadar aksi sosial biasa. Ini adalah jihad kemanusiaan yang membutuhkan perpaduan antara kompetensi ilmiah, kekuatan spiritual, dan ketangguhan mental,” ujar Mariman di hadapan para pengurus dan anggota Holistic IMM Care.

​Ia menambahkan, kolaborasi regional antara Jawa Tengah dan DIY ini diselaraskan dengan program manajemen talenta nasional. Melalui wadah ini, kapasitas kerelawanan anak muda akan diidentifikasi dan dikembangkan secara profesional agar menjadi pilar penopang ketahanan nasional saat menghadapi situasi darurat.

​Standar Kualifikasi dan Keterampilan Vokasi

​Senada dengan hal tersebut, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya menyatakan komitmen penuh kementerian untuk menyokong peningkatan kapasitas para relawan mahasiswa. Ditjen Vokasi siap memfasilitasi program pelatihan yang sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan.

​“Direktorat Kursus dan Pelatihan mendukung pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, mendorong peningkatan kompetensi relawan, dan mengembangkan pendidikan kecakapan hidup,” jelas Yaya.

​Yaya mengingatkan bahwa dalam situasi krisis dan darurat bencana, niat baik saja tidak cukup. Diperlukan standardisasi kualifikasi yang jelas agar aksi penyelamatan di lapangan berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko sekunder, baik bagi korban maupun relawan itu sendiri.

​“Relawan yang tangguh lahir dari pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan keterampilan relawan menyelamatkan, dengan empati relawan menguatkan,” tutur Yaya.

​Sinergi Regional Jadi Role Model

​Inisiasi kokoh antara DPD IMM Jawa Tengah dan DPD IMM DIY ini mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani menilai langkah konkrit ini mampu melahirkan skema aksi kemanusiaan yang lebih tertata dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta.

​Sinergi lintas sektor yang mempertemukan organisasi kepemudaan regional, institusi pendidikan tinggi, dan birokrasi kementerian ini diharapkan menjadi role model (percontohan) baru bagi gerakan kerelawanan berbasis mahasiswa di seluruh Indonesia. Goal besarnya adalah menciptakan ekosistem tanggap bencana yang profesional, terukur, dan inklusif. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article