Ujian Tasmi’ MI Muhammadiyah 28 Surabaya: Ikhtiar Merawat Hafalan dan Karakter Generasi Qur’ani

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Sebanyak 22 peserta didik MI Muhammadiyah 28 Surabaya mengikuti Ujian Tasmi’ I Hafalan Al-Qur’an Juz 29 dan Juz 30. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (2/6/2026) hingga Kamis (4/6/2026) ini, menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam mengukur sekaligus merawat kualitas hafalan Al-Qur’an para siswa.

​Digelar mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB di lingkungan madrasah, ujian ini menyasar para peserta didik yang telah menuntaskan target hafalan dua juz tersebut. Kegiatan ini berfungsi sebagai tahap evaluasi akhir guna memetakan capaian mutu hafalan setelah menempuh program tahfiz secara berkelanjutan.

​Menguji Mental dan Ketepatan Bacaan

​Metode tasmi’ mewajibkan para siswa memperdengarkan hafalan Al-Qur’an mereka secara langsung tanpa melihat mushaf (bil ghaib) di hadapan tim penguji. Melalui pendekatan ini, kemampuan siswa diuji secara komprehensif, mulai dari kelancaran bacaan, ketepatan runtutan ayat, penerapan hukum tajwid, makharijul huruf, hingga ketangkasan menyambung ayat saat penguji memberikan pertanyaan acak.

​Lebih dari sekadar evaluasi teknis, ujian ini juga dirancang untuk melatih ketelitian, fokus, serta rasa percaya diri anak-anak usia dasar saat tampil di ruang publik.

​Untuk menjaga objektivitas penilaian sesuai standar madrasah, jalannya ujian dipandu oleh tim penguji yang terdiri atas:

  • ​Rizky Syarifuddin Hidayat, S.H., M.Pd.
  • ​Vika Agustin Aisyah, S.Sos.
  • ​Afifah Anjaina Widodo, S.Pd.

​Selain memberikan penilaian, tim penguji juga bertugas memberikan motivasi serta arahan taktis agar para siswa konsisten menjaga kelestarian hafalan mereka selepas ujian ini.

​Membentuk Akhlak Mulia

​Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Rohim, S.H.I., M.Pd., menjelaskan bahwa Ujian Tasmi’ merupakan bagian integral dari komitmen madrasah dalam membangun karakter Islami. Target jangka panjang dari program tahfiz ini tidak berhenti pada kuantitas hafalan semata, melainkan pada pembentukan kepribadian siswa.

​”Program tahfiz Al-Qur’an yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang mampu menghafal, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sehari-hari,” tutur Rohim.

​Alur Pelaksanaan dan Antusiasme Siswa

​Ujian dilakukan secara bertahap demi menjaga kualitas konsentrasi anak. Pada hari pertama, sebanyak enam peserta maju ke panggung utama, di mana tiga di antaranya langsung menyetorkan hafalan gabungan Juz 29 dan 30 sekaligus. Selanjutnya, delapan peserta dijadwalkan tampil pada hari kedua, dan delapan peserta sisanya menyelesaikan ujian pada hari ketiga.

​Suasana di area ujian terpantau khidmat. Mengenakan pakaian terbaik, para siswa duduk bergantian di hadapan mikrofon panggung utama dengan latar belakang maklumat kegiatan. Guna memantau perkembangan program dari waktu ke waktu, panitia juga mendokumentasikan seluruh prosesi ujian lewat perekaman video sebagai arsip digital madrasah.

​Meski harus menjaga fokus dalam durasi yang relatif panjang, antusiasme para peserta tetap terjaga berkat dukungan moril dari para guru, orang tua, dan sesama siswa.

​Melalui pelaksanaan Ujian Tasmi’ I ini, MI Muhammadiyah 28 Surabaya berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, melainkan juga memiliki kedalaman spiritualitas dan moralitas yang kokoh dalam menjawab tantangan zaman. (Tiris Ahmadha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article