Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Tuesday, June 16, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Dampingi Warga Peneleh, MEK Aisyiyah Genteng Gelar Pelatihan Kuliner Tahu Campur untuk Stimulasi UMKM

Must read

Surabaya, wartapoint — Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan secara produktif oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Genteng, Kota Surabaya. Tepat pada Selasa (16/6/2026), lembaga ini menggelar Pelatihan Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa pembuatan kuliner khas Jawa Timur, tahu campur.

​Diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang didominasi emak-emak dari kawasan Peneleh dan sekitarnya, pelatihan yang berlangsung di Kantor PCA Genteng ini diarahkan untuk menstimulasi lahirnya wirausaha baru di tingkat keluarga.

Inisiasi Kemandirian Ekonomi dan Jaminan Label Halal

​Rangkaian acara yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dibuka secara khidmat oleh Ernawati selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Aisyiyah bersama seluruh jajaran pengurus dan peserta.

​Bendahara PCA Genteng, Lovry, yang hadir mewakili jajaran pimpinan cabang, menegaskan bahwa esensi dari pelatihan ini adalah keberlanjutan dampak ekonomi.

​”Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan hasil pelatihan ini dengan baik, sehingga mampu menambah pemasukan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.

​Sejalan dengan visi tersebut, Ketua MEK PCA Genteng, Nanik Suliani, memotivasi para peserta agar tidak ragu memulai langkah bisnis dari dapur rumah. Tidak sekadar memberikan pembekalan keterampilan memasak, MEK PCA Genteng juga berkomitmen memberikan pengawalan aspek legalitas usaha bagi peserta yang serius terjun ke dunia siber-UMKM.

​”MEK siap mendampingi dan membantu para peserta untuk mendapatkan sertifikasi atau label halal jika para peserta pelatihan memutuskan untuk membuka usaha tahu campur ini,” tegas Nanik. Langkah ini dinilai strategis mengingat sertifikasi halal kini menjadi instrumen krusial dalam meningkatkan daya saing produk kuliner di pasar domestik.

Bedah Formula Daging Empuk hingga Kalkulasi Bisnis

​Memasuki sesi inti, pelatihan teknis dipandu secara interaktif oleh Wulida bersama Elok selaku mentor penasihat kuliner. Konsep pelatihan dikemas secara kasual tetapi tetap mengedepankan akurasi materi dapur (co-cooking).

​Dalam sesi ini, dinamika diskusi berjalan dua arah. Para peserta tidak hanya mengamati, tetapi juga kritis mempertanyakan dua aspek krusial dalam industri kuliner berskala rumahan:

  1. Efisiensi Produksi: Peserta membedah teknik khusus perebusan daging agar cepat empuk namun tetap hemat penggunaan gas.
  2. Manajemen Keuangan: Pembahasan mengenai simulasi kalkulasi modal awal, struktur biaya operasional, hingga penentuan harga jual per porsi agar tetap kompetitif di pasar tanpa mengorbankan margin keuntungan.

​Setelah demonstrasi memasak rampung, seluruh peserta bersama-sama mencicipi hidangan tahu campur hasil praktik mandiri tersebut. Agenda yang berlangsung setengah hari ini kemudian ditutup secara resmi dengan pembacaan surat Al-Ashr dan doa penutup majelis.

​Melalui program pemberdayaan yang terukur dan berbasis potensi lokal seperti ini, MEK Aisyiyah Genteng memproyeksikan kawasan bersejarah Peneleh dapat tumbuh menjadi salah satu kantong pelaku UMKM kuliner yang tangguh di pusat Kota Surabaya. (Herlin/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article