Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Sunday, June 21, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Harmoni Budaya Jawa dan Nilai Islami Warnai Pelepasan Siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya

Must read

Surabaya, wartapoint – Pemandangan berbeda tersaji dalam agenda Haflatul Wada’ (pelepasan siswa) Tahun Pelajaran 2025–2026 SD Muhammadiyah 18 (SDM 18) Surabaya yang digelar di Convention Hall Arief Rahman Hakim Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Sosok ksatria pewayangan Gatotkaca tampil gagah memimpin jalannya kirab wisudawan kelas VI, mencuri perhatian ratusan pasang mata yang hadir.

​Mengusung tema “Berpisah dalam Doa, Melangkah dengan Akhlak Mulia,” prosesi kelulusan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni perpisahan biasa. Pihak sekolah berhasil memadukan nuansa Islami, kebudayaan lokal, serta semangat kebangsaan yang kental sejak pagi hingga siang hari.

​Gatotkaca sebagai Simbol Ketangguhan Generasi Bangsa

​Tepat pukul 08.00 WIB, suasana khidmat mulai menyelimuti ruangan seiring dimulainya kirab wisudawan. Dengan diiringi alunan gending Jawa yang meliuk syahdu, para siswa kelas VI berjalan bersama wali kelas masing-masing. Di garda terdepan, sosok Gatotkaca melangkah mantap menjadi pemandu.

​Menariknya, prosesi kirab ini dipandu menggunakan dua bahasa, yakni bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap kearifan lokal yang terus dirawat di lingkungan sekolah.

​Kepala SDM 18 Surabaya, Achmad Barizi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan visualisasi Gatotkaca memiliki filosofi yang mendalam bagi masa depan para lulusan.

​“Gatotkaca merupakan simbol putra bangsa yang tangguh, kuat dalam raga dan luhur dalam budi. Itulah cita-cita yang kami harapkan terus melekat pada anak-anak kelas VI yang hari ini kami lepas,” ungkap Achmad Barizi.

​Persembahan Seni yang Menguras Emosi

​Sebelum memasuki inti pengukuhan, suasana sempat dihangatkan oleh penampilan apik dari Invicta Nasyid dan D’18 Band. Perwakilan siswa dari kelas Flash, Thunder, dan Wind sukses menghibur para orang tua serta tamu undangan lewat beberapa lagu pilihan.

​Ketegangan emosional mulai memuncak saat seluruh siswa kelas VI naik ke panggung untuk memberikan persembahan bersama. Mereka membawakan lagu “Dari Kami Muridmu” dan “Guruku, Pahlawanku” yang dikombinasikan dengan musikalisasi puisi. Persembahan ini menjadi ruang ungkapan terima kasih yang jujur dari para siswa atas dedikasi para guru yang telah mendampingi mereka selama enam tahun terakhir.

​Pengukuhan yang Sakral dan Penyerahan Kembali ke Orang Tua

​Puncak acara ditandai dengan prosesi pengukuhan wisudawan dan wisudawati secara langsung oleh Kepala Sekolah, Achmad Barizi, M.Pd., didampingi oleh para wali kelas.

​Suasana terasa sakral sekaligus personal karena layar utama menampilkan foto profil beserta cita-cita dari setiap siswa yang dikukuhkan, diiringi sayup-sayup gending Jawa. Sebagai bentuk apresiasi, setelah dikukuhkan para siswa menerima bucket wisuda dan snack box.

​Setelah prosesi kelulusan rampung, pihak sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua masing-masing. Perwakilan wali murid dari setiap kelas menyampaikan pesan dan kesan yang sarat akan rasa syukur dan doa agar anak-anak mereka tidak pernah melepas akhlak mulia dan semangat belajar di jenjang berikutnya. Sebagai tanda terima kasih, wali murid juga menyerahkan cendera mata kepada jajaran kepala sekolah, guru kelas, serta karyawan SDM 18 Surabaya.

​Air Mata Haru di Penghujung Acara

​Ruang Convention Hall kembali diliputi rasa haru saat panitia memutar video kenangan. Dokumentasi perjalanan visual dari awal mula para siswa menginjakkan kaki di sekolah hingga menjelang kelulusan tersebut sukses membuat tak sedikit orang tua menitikkan air mata. Mereka menyaksikan langsung bagaimana putra-putri mereka telah tumbuh dan berproses dengan baik.

​Dipandu oleh duo MC, Ustaz Cahyo dan Ustazah Erin, agenda pelepasan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Rona bahagia, pelukan hangat, dan tangis haru berbaur menjadi satu kenangan kolektif yang tak terlupakan bagi keluarga besar SDM 18 Surabaya.

​Melalui penyelenggaraan Haflatul Wada’ ini, SDM 18 Surabaya kembali menegaskan komitmennya bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan gerbang awal perjalanan baru. Sekolah berharap bekal ilmu dan pondasi akhlak yang telah ditanamkan dapat menjadi kompas utama bagi para alumni dalam mengarungi masa depan. (Desy)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article