Surabaya, wartapoint – Suasana khidmat sekaligus penuh keceriaan mewarnai Auditorium Poltekkes Kemenkes Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Sebanyak siswa kelas VI SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengikuti prosesi Wisuda Angkatan XIX.
Mengusung tema “Creative in Me”, sekolah yang akrab disapa Sekolah Kreatif Baratajaya ini melepas kelulusan generasi yang spesial. Pasalnya, angkatan ini mengawali langkah pendidikan dasar mereka di tengah hantaman pandemi Covid-19.
Dari Layar Daring Menuju Kemandirian
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhadlifah, S.H., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas ketangguhan para wisudawan. Mereka dinilai berhasil melewati transformasi pola belajar yang penuh tantangan.
“Kita berbangga kepada siswa kelas VI. Mulai kelas I mereka belajar secara daring karena pandemi Covid-19, hingga hari ini mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh dan adaptif,” ujar Elly.
Ia juga berpesan agar para siswa tidak goyah dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. “Dengan bekal sayap-sayap yang indah, kita doakan semoga anak-anak kita dapat terbang tinggi meraih cita-citanya. Jangan pernah meninggalkan salat dalam kondisi apa pun,” tambahnya.
Apresiasi serupa datang dari Ketua Komite Sekolah, Anda Marzudinta. Ia menyebutkan bahwa kemampuan para siswa bertransisi dari sekolah daring ke sekolah tatap muka normal adalah bukti kekuatan mental mereka.
Unjuk Bakat dan Kemandirian Siswa
Ada yang unik dari gelaran wisuda kali ini. Keberhasilan pendidikan di Sekolah Kreatif Baratajaya tercermin dari besarnya keterlibatan siswa dalam menggerakkan jalannya acara.
Sejak praacara, para siswa kelas VI sudah unjuk gigi lewat penampilan musik. Acara formal yang dipandu oleh duet guru Andi Widiyanto, S.P. dan Fancy Anggraini Angwidya, S.Pd. ini, menampilkan para siswa pada posisi-posisi sentral:
- Dirigen Lagu Kebangsaan: Dipandu dengan tegas oleh Naysila Farahnisa Ahmad.
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an: Dilantunkan secara khusyuk oleh trio Nayyara Khairun Nisa, Azzam Zulkifli Malik, dan Ainida Talita Hasanah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd., yang membuka acara secara resmi, mengaku kagum dengan kemandirian para siswa.
”Bukti keberhasilan pendidikan di sekolah ini terlihat dari pelaksanaan acara yang banyak melibatkan anak-anak sendiri. Semua itu merupakan hasil kerja keras para guru. Anak-anak kreatif jangan dianggap remeh, banyak lulusan sekolah ini yang diterima di kelas unggulan,” tegas Ahmad Zaini.
Kolaborasi Kuat dan Peluncuran Buku Antologi
Mewakili wali murid, Ely Prabowo, mengenang kembali masa-masa sulit tahun pertama sekolah di saat pandemi. Baginya, tantangan tersebut justru melahirkan kolaborasi yang solid antara orang tua dan pihak sekolah.
”Saat pertama masuk sekolah, anak-anak harus belajar melalui layar. Masa-masa itu menjadi pengalaman yang luar biasa karena adanya kolaborasi yang kuat antara sekolah dan wali murid,” ungkap Ely penuh haru.
Sebagai bentuk dokumentasi nyata atas perjalanan sejarah yang tidak biasa ini, pihak sekolah bersama Ketua PCM Ngagel meluncurkan buku antologi pengalaman belajar. Buku ini merangkum kumpulan kisah perjalanan pendidikan yang ditulis langsung oleh para guru dan siswa selama menempuh studi di Sekolah Kreatif Baratajaya.
Bekal Kepemimpinan Menuju Masa Depan
Perwakilan wisudawan, Zsavana Azwa Wakhyudhy, mengakui bahwa salah satu modal terbesar yang ia dapatkan dari sekolah adalah pembentukan karakter melalui program Leader in Me.
”Saya diajarkan untuk menjadi pribadi yang proaktif, mampu memprioritaskan hal-hal utama, serta memiliki misi hidup yang jelas,” tutur Zsavana.
Setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Mujib, S.Ag., acara memasuki puncaknya yaitu prosesi wisuda yang dipandu oleh Fahmi Muqoddas, S.Pd. dan Andriyanti Dwi Utami, S.Pd. Isak tangis haru dan senyum bahagia bercampur aduk, menandai babak baru bagi generasi tangguh ini untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Ahmad Mahmudi/Yuda)





