
Gresik, wartapoint — Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) yang tergabung dalam Kelompok 29 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026 resmi memulai masa pengabdian di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7/2026). Kehadiran para mahasiswa ini diproyeksikan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Rombongan mahasiswa berangkat dari Kampus UMSURA Surabaya pada pukul 08.00 WIB dan tiba di Balai Desa Bringkang sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangan tim KKN tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Desa Bringkang, Hendra Tri, beserta jajaran perangkat desa.
Kolaborasi berbasis kebutuhan desa
Dalam sambutan penerimaannya, Hendra Tri menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Bringkang sebagai lokasi pengabdian tahun ini. Pemerintah desa menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dan bersinergi dengan seluruh program kerja yang akan diusung oleh para mahasiswa.
”Selamat datang adik-adik mahasiswa di Desa Bringkang. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk program kerja yang berdampak langsung kepada warga. Silakan berkolaborasi dengan kami,” ujar Hendra di Balai Desa Bringkang.
Pihak desa berharap kehadiran kaum akademis muda ini dapat membawa perspektif baru dan inovasi yang segar, khususnya dalam memetakan tantangan sekaligus peluang pembangunan di tingkat desa.
Pemetaan empat sektor strategis
Menanggapi sambutan tersebut, Ketua Kelompok 29 KKN UMSURA, Bagas Avicienna, menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota kelompok berkomitmen untuk menjalankan masa pengabdian secara optimal dan menyerap aspirasi warga setempat.
”Kami siap mengabdi dan belajar bersama masyarakat Bringkang. Semoga selama satu bulan ke depan program kerja kami bisa memberikan dampak positif dan kebermanfaatan bagi desa,” ungkap Bagas.
Program KKN Berdampak UMSURA 2026 kali ini mengusung tema pengabdian berbasis kebutuhan riil di lapangan. Selama satu bulan masa penugasan, Kelompok 29 dijadwalkan akan berfokus pada pemetaan potensi desa serta penyusunan program kerja yang menyasar empat sektor strategis, yaitu:
- Bidang pendidikan
- Penguatan ekonomi warga
- Sektor kesehatan masyarakat
- Digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Melalui pendekatan multidisiplin ini, program KKN diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan kurikulum akademik, melainkan mampu meninggalkan stimulus pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bringkang. (yupan)





