Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Surabaya: Meneguhkan Dakwah Kemanusiaan lewat Aksi Sosial

Must read

Surabaya, wartapoint — Pimpinan Daerah ’Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menyelenggarakan puncak peringatan Milad ke-109 ’Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ahad (5/7/2026). Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, momentum ini menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

​Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) se-Surabaya. Sejumlah mitra strategis turut hadir, di antaranya perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Lazismu, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Baznas Kota Surabaya, Kementerian Agama Surabaya, serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

​Refleksi satu abad pergerakan perempuan

​Ketua PDA Kota Surabaya, Hj. Alifah Hikmawati, S.Th.I, mengungkapkan bahwa usia ’Aisyiyah yang telah melampaui satu abad menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan. Organisasi otonom perempuan Muhammadiyah ini diharapkan terus konsisten menyebarkan kebaikan demi mewujudkan tatanan masyarakat yang madani.

​Pandangan serupa disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, S.K.M., M.Kes. Ia menegaskan bahwa kiprah ’Aisyiyah terbukti melintasi batas isu domestik perempuan dan hadir secara nyata dalam dinamika sosial kemasyarakatan yang lebih luas.

​”’Aisyiyah perlu terus memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, pembentukan karakter, pelayanan kesehatan, hingga ketahanan keluarga. Keluarga adalah pondasi utama pembangunan masyarakat, di mana perempuan menempati posisi sebagai garda utama dalam proses pembinaan tersebut,” ujar Nur Mukarromah.

​Sementara itu, Ketua PDM Kota Surabaya, Dr. H. M.Ridlwan, M.Pd., mengingatkan bahwa momentum milad tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia mendorong seluruh warga persyarikatan untuk menjadikan agenda ini sebagai ruang evaluasi berkala, khususnya pada sektor pelayanan publik seperti sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.

​Kolaborasi aksi sosial dan penghargaan kemanusiaan

​Puncak peringatan milad kali ini juga diwarnai dengan beragam aksi sosial yang menyasar langsung para peserta dan masyarakat sekitar. Ketua Pelaksana Kegiatan, Etty Sunanti, menyampaikan bahwa terselenggaranya acara ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat.

​Dalam aksi sosial tersebut, panitia menyalurkan 109 paket sembako gratis, menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dari lima instansi, menggelar pasar sembako murah difasilitasi Dinas Perdagangan, serta membagikan 1.000 mangkok bakso gratis yang didukung oleh Lazismu.

​Selain itu, PDA Kota Surabaya memberikan penghargaan (awarding) akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) kepada LKSA Putri 1 Barata Jaya dan LKSA Putri 2 Kebonsari atas keberhasilannya memenuhi delapan standar penilaian nasional. Apresiasi juga diberikan kepada Ainun Fitriah dari PCA Ngagel sebagai Konselor Terbaik Bina Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA), diikuti penyaluran donasi spontan dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan yang didekasikan untuk pembinaan para mualaf.

​Melalui perpaduan antara edukasi lewat talkshow dan aksi nyata di lapangan, ‘Aisyiyah Surabaya menegaskan komitmennya bahwa dakwah Islam yang berkemajuan harus diwujudkan melalui kerja-kerja kemanusiaan yang inklusif dan berdampak konkret bagi umat. (Salsabila/Mom Yayuk/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article